Breaking News:

Virus Corona

Pertimbangan Pemerintah Arab Saudi, Ada Pembatasan Kuota Jemaah Haji Akibat Kasus Covid-19 Meningkat

Pemerintah Arab Saudi mempertimbangan terkait pembatasan kuota jemaah haji dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Editor: Panji Baskhara
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi -- Pemerintah Indonesia tak berangkatkan haji 2020, foto Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Masjid Al-Ukhuwwah kelompok terbang (kloter) pertama Kota Bandung atau kloter keenam Jawa Barat tiba di Kota Bandung, di Masjid Al-Ukhuwwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Senin (19/8/2019) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi mempertimbangan terkait pembatasan kuota jemaah haji.

Diketahui, pertimbangan Pemerintah Arab Saudi soal kuota jemaah haji dibatasi untuk cegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Adanya pertimbangan penyelenggaraan ibadah haji 2020 dengan pembatasan kuota jemaah haji, dikarenakan meningkatnya kasus positif virus corona yang tembus mencapai 100 ribu.

Diketahui, sekitar 2,5 juta jamaah mengunjungi tempat suci Islam di Mekah dan Madinah selama seminggu, guna menunaikan ibadah haji tiap tahunnya.

Umumkan Pembatalan Haji 2020 Tanpa Raker dengan DPR, Fachrul Razi: Karena Ada Deadline dari Presiden

Batalkan Pemberangkatan Haji Tahun 2020, Menteri Agama akan Surati Pemerintah Arab Saudi

Agar Tak Salah Paham, Menag Bakal Surati Arab Saudi Soal Pembatalan Keberangkatan Calon Jemaah Haji

Data resmi menunjukkan ibadah Haji dan Umrah sedikitnya menghasilkan sekitaran 12 miliar dolar AS tiap tahun bagi pendapat kerajaan.

Pada Maret lalu, Arab Saudi meminta umat Muslim untuk menunda rencana ibadah haji dan menangguhkan ibadah umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dua sumber Reuters yang akrab dengan otoritas setempat, mengatakan Arab Saudi sedang mempertimbangkan kemungkinkan akan mengizinkan "hanya jumlah simbolis" untuk ibadah haji tahun ini.

Meskipun tetap harus ada pembatasan termasuk larangan usia jamaah dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

"Dengan prosedur yang ketat, otoritas Arab Saudi mempertimbangkan untuk hanya mengizinkan hingga 20 persen dari kuota reguler jemaah haji masing-masing negara," demikian sumber lain yang akrab dengan masalah ini menyatakan kepada Reuters.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved