Breaking News:

PSBB Jakarta

Ternyata PSBB di Jakarta Bikin Kapasitas Angkutan Barang Menurun sampai 40 Persen

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta karena pandemi Covid-19 membuat kapasitas angkutan barang menurun drastis.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta Soedirman saat menghadiri acara di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (8/6). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPA GADING - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta karena pandemi Covid-19 membuat kapasitas angkutan barang menurun drastis.

Pihak Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta Soedirman mengatakan pandemi Covid-19 mengakibatkan musibah ekonomi secara global.

Kapasitas angkutan barang di DKI Jakarta belakangan mengalami penurunan yang cukup drastis seiring dengan adanya penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Kalau kita bilang pengusaha angkutan truk merugi, semuanya merugi, jelas merugi.

"Kapasitas angkut turun menjadi 40 persen, ekspor impor ataupun antar pulau tidak ada sama sekali," kata Soedirman, Senin (8/6).

Pria yang baru saja terpilih sebagai Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta 2020-2025 pada acara yang digelar di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara itu mengatakan harus ada strategi khusus menghadapi kondisi yersebut.

“Memang merugi semua, ini yang harus kita perbaiki dalam suasana ekonomi yang carut-marut. Jangan ditambah lagi dengan permasalahan organisasi,” katanya.

Soedirman beralasan strategi yang dimaksud yakni dengan menggunakan kendaraan angkutan barang yang baru.

Sehingga dapat mendukung kapasitas angkut barang.

"Strateginya kita bermitra seperti tadi dinas (perhubungan) provinsi atas nama gubernur menyampaikan mari lah kita berkolaborasi menciptakan persyaratan usia kendaraan,” ujar Soedirman.

Hal ini sejalan dengan langkah anggota DPD Aptrindo DKI Jakarta yang melakukan investasi dengan pengadaan angkutan barang baru.

“Jujur usia kendaraan penting. Kami di sini investasi mobil-mobil baru harus bersaing dengan mobil-mobil yang mohon maaf sudah tua-tua. Jadi nggak sehat persaingan,” tegasnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved