Berita Jakarta
Lampu di Terowongan Ceger Tangkal Begal di Malam Hari, Tapi Sayang Kini Banyak Lampunya yang Mati
Lampu di Terowongan Ceger Tangkal Begal di Malam Hari, Tapi Sayang Kini Banyak Lampunya yang Mati. Terowongan Ceger justru gelap gulita siang hari
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG - Terowongan Ceger yang lebar dan tingginya tak kurang dari 2 meter hingga kini masih digunakan pengguna sepeda motor sebagai akses jalan alternatif.
Manun (48) seorang warga Kelurahan Ceger, Cipayung, mengatakan terowong yang terletak di bawah Tol Jagorawi itu sangat rawan kejahatan.
Namun, setelah diberi penerangan, aksi tindak kriminalitas jalanan yang sering kali terjadi bertahun-tahun lalu kini sudah aman.
"Dulu pas enggak ada lampu, sering kejadian di terowongan itu, ada begal, maling, macem-macem," ucap Manun di lokasi pada Minggu (7/6/2020).
Lokasi terowongan yang sempit dan gelap menjadi surga bagi pelaku kriminal yang menunggu mangsanya melewati terowongan penghubung antara Kecamatan Ciracas dan Cipayung itu, ketika malam hari.
"Sampe malam banyak warga yang lewat sini, karena kalau mutar itu jauh. Keseringan yang jadi korban kriminal itu pas malam-malam," tuturnya.
Hingga kemudian, warga sekitar melaporkan kejadian tersebut ke pihak kecamatan.
Usulan pemasangan lampu penerangan kemudian disetujui di terowongan yang hanya bisa dilewati dua motor tersebut.
Lampu-lampu tersebut dipasangkan berjarak lima meter, mulai dari titik di ujung Jalan Mandala III, Kecamatan Cipayung, hingga Bungur, Kecamatan Ciracas.
Meski begitu, kini tak banyak lampu yang berfungsi di terowongan itu.
Cukup banyak yang tak menyala, sehingga apabila melintasi terowongan ceger pada siang hari, terowongan tampak gelap gulita. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/terowongan-ceger-cipayung.jpg)