Berita Jakarta

Komitmen Polda Metro Jaya Berantas Mafia Tanah, Gandeng Interpol Kejar Buronan hingga Australia

Komitmen Polda Metro Jaya Berantas Mafia Tanah, Gandeng Interpol Tangkap Pimpinan PT Salve Veritate, yakni Benny Simon Tabalujan, dan Achmad Djufri

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Henry Lopulalan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly (kedua kiri) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil (kedua kanan), Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (kanan), Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Purwadi Arianto (kiri) meresmikan Mal Pelayanan Publik Pemprov DKI Jakarta di Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Kamis (12/10). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya terus menindaklanjuti laporan polisi nomor: LP/5471/X/2018/PMJ/Ditreskrim tentang dugaan pemalsuan sertifikat tanah di Kampung Baru, Cakung Barat, Jakarta Timur.

Dalam perkara tersebut, pihak Kepolisian menetapkan pimpinan PT Salve Veritate, yakni Benny Simon Tabalujan, dan rekannya Achmad Djufri sebagai tersangka.

"Kami sudah menyelesaikan kasusnya. Itu laporan tahun 2018. Dengan laporan polisi nomor: LP/5471/X/2018/PMJ/Ditreskrim, tanggal 10 Oktober 2018. Sudah selesai. Dan terlapor juga sudah dijadikan tersangka," kata Kepala Subdirektorat Harda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP M Gofur saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2020).

Penyidik lanjutnya telah memasukkan dua nama tersangka tersebut dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan mengejar keberadaannya.

Pihaknya pun berencana meminta Interpol menerbitkan red notice pada Benny lantaran yang bersangkutan tercatat kini tengah berada di Australia.

"Kita akan melakukan penjemputan paksa. Tersangka Benny yang saat ini menetap di Australia telah dipanggil secara patut namun tidak hadir. Hal ini akan dilanjutkan dengan pemanggilan paksa karena sudah dua kali mangkir dan dibuatkan red notice dengan Interpol," kata dia.

Sementara itu, pelapor dalam hal ini Abdul Alim optimis polisi akan mengusut tuntas kasus ini.

Belum lagi polisi telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Seperti diketahui sebelaumnya, kasus tersebut berawal dari persoalan sengketa tanah seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT 09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur antara Abdul Alim dan Benny Tabalujan.

Ketika hendak melakukan proses penerbitan sertifikat tanah di kantor Dinas Pertanahan Jakarta Timur, pihak Dinas Pertanahan menyatakan bahwa telah terbit 38 SHGB atas nama PT Salve Veritate yang merupakan perusahaan dari Benny.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved