Breaking News:

Kerusuhan di AS

Editor New York Times Mundur Gara-gara Opini yang Dukung Donald Trump Kerahkan Militer Tuai Protes

Opini itu berisi dukungan bagi Presiden Donald Trump, yang mengancam bakal mengerahkan militer untuk meredam kerusuhan dalam demo George Floyd.

Editor: Fred Mahatma TIS
www.niemanlab.org
The New York Times 

Protes atas opini dari senator Partai Republik itu tak hanya datang dari publik, tetapi juga internal.

Sejumlah jurnalis The Times memutuskan untuk tidak masuk kerja keesokan harinya (4/6/2020) sebagai bentuk protes.

WARTAKOTALIVE.COM, NEW YORK - Sebuah opini yang diterbitkan New York Times memicu kecaman publik dan membuat Editor opini harian tersebut mengundurkan diri.

Editor James Bennet mundur setelah artikel yang ditulis Senator Tom Cotton, Send in the Troops, berdampak pada perdebatan di ruang redaksi.

Ulasan dari politisi Republik itu berisi dukungan bagi Presiden Donald Trump, yang mengancam bakal mengerahkan militer untuk meredam kerusuhan dalam demo George Floyd.

Pascakematian George Floyd, Dewan Kota Minneapolis Berencana Tutup Kepolisian

Cara Donald Trump Memainkan Isu Kematian George Floyd Justru Bikin Partai Republik Kini Ketar-Ketir

Protes dari staf dan publik 

Awalnya, New York Times mempertahankan penerbitan artikel itu, sebelum akhirnya memberikan pengakuan opini itu 'tak memenuhi standar' mereka.

Perubahan posisi itu terjadi setelah editorial yang diterbitkan Rabu pekan lalu (3/6/2020) menuai protes baik dari staf maupun publik.

Bahkan, sejumlah jurnalis The Times memutuskan untuk tidak masuk kerja keesokan harinya (4/6/2020) sebagai bentuk protes.

Bennet, yang menjadi editor opini sejak 2016, mengakui dia sama sekali tidak membaca tulisan dari Cotton sebelum diterbitkan.

Kerusuhan di AS Bikin Mantan Presiden George W Bush Ogah Pilih Donald Trump di Pilpres 2020

Lama Tak Terdengar, SBY Menyoroti Perilaku Donald Trump yang Bikin Warganya Kurang Nyaman

Dilansir BBC Senin (8/6/2020), politisi Republik itu menulis perlunya menggunakan 'kekuatan hebat' untuk menghalau massa yang disebutnya 'perusuh'.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved