Breaking News:

Berita Bekasi

Pemerintah Kabupaten Bekasi Izinkan Tempat Ibadah di Zona Hijau Dibuka Kembali, Perhatikan Syaratnya

"Kami mengizinkan masyarakat kembali melakukan salat Jumat, salat berjamaah di mesjid," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Minggu (7/6/2020).

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah pekerja pembangunan renovasi tengah melaksanakan salat dzuhur dengan mematuhi protokol kesehatan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020). Pemkab Bekasi mulai mengizinkan masyarakat melakukan ibadah di tempat ibadah bagi warga di zona hijau atau sudah tidak lagi pasien positif Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengizinkan masyarakat melakukan ibadah di tempat ibadah bagi warga di zona hijau atau sudah tidak lagi pasien positif Covid-19.

"Kami mengizinkan masyarakat kembali melakukan salat Jumat, salat berjamaah di mesjid," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dalam ketarangan yang diterima Warta Kota, Minggu (7/6/2020).

Namun, tentunya ibadah dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan, juga tergantung level kewaspadaan lingkungan masing-masing.

Para pegawai Pemprov Jateng mengikuti ibadah salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan di Kantor Pemprov Jateng, Jumat (5/6/2020).
Para pegawai Pemprov Jateng mengikuti ibadah salat Jumat dengan menerapkan protokol kesehatan di Kantor Pemprov Jateng, Jumat (5/6/2020). (Dok Humas Pemprov Jateng)

Protokol kesehatan yang dimaksud yakni beribadah memakai masker, membawa perlengkapan ibadah masing-masing, dan melakukan salat dengan menerapkan prinsip physical distancing atau jaga jarak.

Selain itu warga wajib lakukan pengecekan suhu tubuh dan memakai hand sanitizer sebelum masuk ke lingkungan rumah ibadah.

"Bukan hanya masjid, semua tempat ibadah diperbolehkan secara proporsional. Setelah ibadah selesai, petugas rumah ibadah wajib menyemprot disinfektan ke seluruh ruangan," kata Eka Supria Atmaja.

Menuju New Normal, Pemerintah Kabupaten Bekasi Perpanjang Masa PSBB hingga 2 Juli 2020

Pemerintah Kota Bekasi kini Izinkan Panti Pijat Beroperasi, Wali Kota: Terapis Pakai Sarung Tangan

Kembali beroperasinya rumah ibadah itu sesuai Surat Keputusan Bupati Nomor 360/Kep.246-BPBD/2020 tentang Pemberlakuan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan di Kabupaten Bekasi sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Surat Keputusan tersebut menjelaskan pelaksanaan PSBB proporsional yang dilaksanakan di Kabupaten Bekasi hingga 2 Juli 2020.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan simulasi tata cara protokol kesehatan Covid-19 di tempat ibadah.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan simulasi tata cara protokol kesehatan Covid-19 di tempat ibadah. (Wartakotalive.com/Andika Panduwinata)

"Proporsional yang dimaksud membolehkan bidang tertentu kembali dibuka atas dasar porsi yang ditentukan berdasarkan status tingkat kewaspadaan," jelas Eka Supria Atmaja.

Peraturan detail mengenai PSBB proporsional terdapat pada Peraturan Bupati (Perbup) Bekasi Nomor 56 Tahun 2020 yang menjelaskan mengenai ruang lingkup PSBB Proporsional Kabupaten Bekasi.

Seperti penentuan level kewaspadaan wilayah kecamatan dan desa/kelurahan, protokol kesehatan dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pengendalian dan pengamanan, dan lain-lain.

PSBB Proporsional, Pemkot Bekasi Bolehkan Kelab Malam hingga Griya Pijat Beroperasi

Pelonggaran PSBB, Karaoke hingga Griya Pijat di Bekasi Boleh Beroperasi Asalkan Penuhi Ketentuan Ini

Dalam Perbup disebutkan setiap orang yang berkegiatan di luar rumah wajib cuci tangan menggunakan air mengalir atau pencuci tangan berbasis alkohol, masker dan menjaga jarak.

Perlakuan selanjutnya tergantung level kewaspadaan dari daerah tersebut.

Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Utara dipersiapkan untuk dibuka saat masa transisi PSBB.
Ilustrasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta Utara dipersiapkan untuk dibuka saat masa transisi PSBB. (Kominfotik Jakarta Utara)

Di Level 1 (rendah), aktivitas masyarakat seperti kantor atau pasar berjalan normal dan memperhatikan protokol kesehatan.

Namun di Level 5 (kritis), kegiatan tersebut ditutup kecuali bidang kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi, dan pelayanan dasar.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved