Breaking News:

Kerusuhan di AS

Cara Donald Trump Memainkan Isu Kematian George Floyd Justru Bikin Partai Republik Kini Ketar-Ketir

Trump dianggap pandai memainkan isu Floyd bahkan membuat para politisi Partai Republik ketar-ketir.

Youtube The Guardians
Donald Trump sebut yang dipegangnya bible. Kitab suci umat kristen itu ia pegang sambil berpose di depan Gereja Episkopal St Johnannes di seberang Gedung Putih. Tindakan Trump dikecam karena dianggap ekspolitasi agama untuk politik.Namun ia tak peduli 

WARTAKOTALIVE.COM, WAHINGTON -- Isu kematian George Floyd sepintas membuat posisi Donald Trump terdesak di hapan publik.

Namun dibalik itu semua, Trump dianggap pandai memainkan isu Floyd behkan membuat para politisi Partai Republik ketar-ketir.

Kegelisahan meningkat di kalangan anggota Partai Republik terkait respons Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas kematian George Floyd.

Sosok Joe Biden, Baru Saja Terpilih Jadi Capres Partai Demokrat, Lawan Donald Trump di Pilpres AS

Facebook dan Twitter Hapus Postingan Video Penghargaan Donald Trump untuk Floyd

Respons Trump dianggap dapat rugikan partai mayoritasnya di Senat pada pilpres AS November 2020 mendatang.

Beberapa anggota Partai Republik khawatir seruan garis keras Trump di markasnya dapat memberi konsekuensi pada pemilihan suara di negara-negara bagian utama Senat, karena Partai Republik berjuang untuk mempertahankan mayoritasnya.

Kini ada 53 anggota Republik di Senat dan 47 Demokrat dengan jajak pendapat yang menunjukkan empat kursi untuk pemilihan melalui virtual di Arizona, Colorado, Carolina Utara dan Maine.

Dua Polisi Pendorong Demonstran 75 Tahun Saat Unjuk Rasa Menentang Kematian Floyd Jadi Tersangka

Mitch McConnell, pemimpin mayoritas Senat dari Partai Republik, Kentucky menyatakan bahwa memenangkan suara dari para lulusan perguruan tinggi dan ibu-ibu pinggiran kota akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan mayoritas Senat 2020.

Dilansir The Hill, salah seorang senator Republik yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa satu minggu terakhir telah meningkatkan kegelisahan atas politik ras presiden Trump dan konsekuensinya pada Senat.

Setelah protes atas kematian George Floyd berubah menjadi kekerasan di berbagai kota, Trump mendeskripsikan dirinya sebagai presiden yang menganut prinsip 'hukum dan ketertiban'.

VIDEO: Begini Kondisi Jalan Pintas Ceger, Kolong Tol Jagorawi yang Hanya Muat Dua Motor

Dia bahkan memberikan pernyataan bahwa AS telah dicengkram oleh kaum anarkis profesional, gerombolan perusuh, penjarah, pelaku pembakaran dan kriminal.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved