Berita Video

VIDEO: Suasana Pembatasan Sosial Berskala Lokal di Kebon Melati

Salah satu wilayah yang masuk penerapan ini yaitu Kelurahan Kebon Melati, setidaknya ada 4 RW yang diterapkan PSBL, yaitu RW 12, 13, 14 dan 15. Kini a

Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Terapkan PSBL Warga RW 12 Kebon Melati Tutup 13 Pintu Masuk 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) di 62 Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta di PSBB transisi ini.

Salah satu wilayah yang masuk penerapan ini yaitu Kelurahan Kebon Melati, setidaknya ada 4 RW yang diterapkan PSBL, yaitu RW 12, 13, 14 dan 15. Kini akses warga pun di perketat.

Ketua RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Agus Iskandar mengatakan pihaknya mulai akan menerapkan aturan PSBL kepada warga di RW 12, apalagi wilayahnya masuk dalam ketegori zona merah.

Menurut Agus PSBL yang akan dilaksanakan di wilayahnya merujuk sesuai aturan PSBB yang sebelumnya telah dilakukan, hanya saja kali ini pengawasannya lebih ketat.

"Artinya PSBL itu mengacu pada PSBB, tapi untuk zona merah ini di wilayah rw 12 ini kita lebih perketat," kata Agus Iskandar, Sabtu (6/6/2020).

Dikatakan Agus, aturan ketat ini berlaku untuk semua warga khususnya warga RW 12, bagi warga yang akan keluar masuk tentunya harus mematuhi protokol kesehatan seperti wajib mengenakan masker, mengukur suhu tubuh.

Agar akses keluar masuk warga tetap terpantau dan terkontrol, pihaknya juga telah menutup 13 pintu masuk dari 21 pintu yang ada di RW 12 Kebon Melati. Nantinya setiap pintu masuk kan ada penjagaan.

"Nanti kami libatkan karang taruna, warga sekitar dan RT setempat untuk melakukan penjagaan, jadi kita awasi," katanya.

Menurut Agus, penerapan PSBL ini perlu dilakukan di wilayahnya, sebab RW 14 masuk dalam ketegori zona merah dengan jumlah kasus sebanyak 16 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia.

Kendati demikian, menurut dia, sejauh ini grafik penyebaran virus covid-19 di wilayahnya mulai mengalami penurunan, untuk itu ia berharap dengan PSBL ini wilayahnya bebas dari covid-19.

"Dari dari 14 orang 9 orang sudah sembuh, sisanya masih di rawat. Tapi sejauh ini sudah terjadi penurunan tidak ada kasus yang terjadi sampai saat ini," katanya.

Agus mengklaim jika peningkatan kasus covid-19 tak terlepas adanya aktiftas pasar yang beroperasi 24 jam, sehingga banyak warga masyarakat berlalu lalang sehingga banyak interaksi yang terjadi. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved