Pilkada Serentak 2020

Pemilih dengan Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat Celcius Tak Boleh Masuk TPS, Mencoblos di Tempat Khusus

Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 akan digelar di saat pandemi Covid-19 kemungkinan masih terjadi.

tribun jabar
Tinta untuk jari saat pelaksanaan Pemilu 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 akan digelar di saat pandemi Covid-19 kemungkinan masih terjadi.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada pesta demokrasi rakyat di tingkat daerah itu.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah saat pemilih melakukan pemungutan suara di tempat penghitungan suara (TPS).

UPDATE 6 Juni 2020: Pasien Covid-19 di Indonesia Tembus 30.514 Orang, 9.907 Sembuh, 1.801 Wafat

KPU telah membuat protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam penyelenggaraan pemungutan dan penghitungan suara.

Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertanggung jawab terhadap penerapan protokol kesehatan di TPS.

Saat bertugas, mereka bersama petugas ketertiban menggunakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan sekali pakai.

INI 4 Metode Kampanye Pilkada Serentak 2020 yang Dilarang di Tengah Pandemi Covid-19

Anggota KPPS juga mengatur pembatasan jumlah pemilih yang memasuki TPS, dengan mempertimbangkan kapasitas ruangan dan ketentuan jarak antar pemilih.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan, jumlah pemilih untuk setiap TPS paling banyak 500 orang.

Pemilih di dalam TPS pada satu waktu paling banyak 12 pemilih yang diatur sesuai protokol kesehatan.

Monas Siap Buka Lagi di Masa PSBB Transisi, Jumlah Pengunjung ke Tugu Bakal Dibatasi

"Dalam hal terdapat pemilih yang memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, tidak diperbolehkan masuk ke area TPS."

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved