Berita Video

VIDEO: Pasar Ciputat Diremajakan, Polemik di Kalangan Pedagang Tak Terhindarkan

Pasalnya, tak semua para pedagang menyetujui untuk meninggalkan tempat usahanya tersebut.

warta kota
Sosialisasi terkait rencana revitalisasi Pasar Ciputat. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Rencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk merelokasi para pedagang Pasar Ciputat menimbulkan polemik bagi para pedagang.

Pasalnya, tak semua para pedagang menyetujui untuk meninggalkan tempat usahanya tersebut.

Jasir (49) selaku pedagang ikan asin di Pasar Ciputat mengaku menolak akan usulan relokasi lapaknya tersebut.

Sebab, dirinya telah mencari nafkah selama puluhan tahun di tempat tersebut.

Alasan kuat dirinya enggan direlokasi karena lokasi pemindahan yang diprediksinya akan dapat mengurangi pendapatannya.

"Kita enggak mau sih, soalnya kalau masuk ke dalam pasti sepi enggak ada pembeli," kata Jasir saat ditemui di kawasan Plaza Ciputat, Tangsel, Jumat (5/6/2020).

Kendati relokasi tersebut telah digencarkan Pemkot Tangsel, Jasir mengaku bila dirinya lebih memilih bertahan, meski harus membayar sewa tempat dengan harga sewa yang lebih.

Sebab, saat berada di lapak yang menjadi target revitalisasi, Jasir mampu mengantongi omset jutaan rupiah per harinya.

"Ya jangan direlokasi tetap disana. Mau bayar berapa mending saya bayar saja, daripada masuk ke dalam mending bayar saja berapa saja Rp 200 atau Rp 300 per bulan. Di sini omset saya Rp 3,5 juta," jelas Jasir.

Sementara itu, pedagang lain justru menyetujui adanya rencana relokasi lapak para pedagang.

Hadi Prayino Kardi (62) selaku pedagang bakso dan minuman yang telah berdagang sejak tahun 2000 mengaku bersedia untuk direlokasi. .

"Setuju pak saya, karena kan disana mau direnovasi pasarnya. Jadi kita diminta untuk pindah ke lokasi sekarang," kata Hadi dalam kesempatan yang sama.

Kendati menyetujui untuk dipindah dari lapaknya, Hadi berharap agar tempat barunya tersebut tetap dapat menghadirkan banyak pelanggan.

Ia lun mengaku bila dirinya telah menyetujui surat berisikan tentang relokasi lapaknya.

"Kita ikutin aturan pemerintah, yang penting kita di tempatkan diposisi yang tepat, usaha bisa laku, dan pembeli bisa keluar masuk di tempat kita," jelas Hadi. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved