Virus Corona Jabodetabek
Rahmat Effendi Tak Khawatir Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona, Lebih Cemas Ekonomi Mandek
Untuk menerapkan new normal saat pandemi virus corona, wrga harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Penulis: Muhammad Azzam |
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Wilayah Kota Bekasi secara bertahap mulai menerapkan new normal atau aturan kebiasaan baru.
Aktivitas yang awalnya tidak diperbolehkan kini sudah diperbolehkan kembali saat penerapan new normal. Seperti kegiatan ekonomi juga mulai dibuka kembali.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan bahwa ada beberapa fase yang dijalani sebelum diterapkan new normal sepenuhnya.
Ketika penerapan new normal, warga wajib menjalankan protokol kesehatan ketat. Utamanya pakai masker dan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer.
"Jadi ada apa saja yang boleh dibuka dan yang masih belum boleh dibuka," kata Rahmat ketika ditemui di Mal Revo Town, Jumat (5/6/2020).
• Akhirnya Warga Bekasi Diizinkan Gelar Resepsi Pernikahan, Tapi Harus Pakai Protokol Kesehatan
• Wali Kota Bekasi Soal Adaptasi New Normal, Warga Butuh Pekerjaan, Saya Juga Butuh Pajak Daerah
Rahmat mengatakan, dimulai masa adaptasi new normal agar roda perekonomian secara perlahan kembali berjalan.
Alasannya, tak hanya penyakit atau virus corona yang ditakuti akan tetapi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan peningkatan pengangguran juga ditakutkan.
"Jangan sampai yang di-PHK menganggur ini semakin bertambah. Dan jangan sampai mereka ini semakin terpuruk jika ekonominya tidak dibangkitkan lagi," tutur Rahmat.
Ketika ada potensi munculnya gelombang kedua virus corona akibat new normal, Rahmat Effendi mengaku tak khawatir.
• Pelaku Perampokan di Tamansari Jakarta Barat Dibekuk saat Kabur ke Bekasi, Satu Perampok Masih Buron
• Kota Bekasi Perpanjang PSBB hingga 2 Juli 2020 sebagai Masa Adaptasi New Normal
Walaupun new normal, warga tetap diawasi ketat untuk menjalankan protokol kesehatan.
Pemerintah Kota Bekasi selalu siaga dalam pelayanan dan penanganan virus corona.
"Kami punya swab, punya rapid, punya rumah sakit, (pasien) kita rawat. Tapi kalau kita ngurusin ini aja (Covid-19), ekonominya kagak dibangun, harus ada keberanian," kata Rahmat Effendi.
Dia menuturkan, Presiden Joko Widodo juga mengajak agar masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19. Alasannya, Covid-19 akan tetap ada selama belum ada vaksinnya.
Jika aktivitas perekonomian terus dibatasi, maka warga di-PHK dan pengangguran akan lebih banyak dan kondisi semakin buruk.
• Wastafel Canggih Karya Peserta BBPLK Bekasi Bakal Didistribusikan ke Kantor-kantor Dinas Dulu
• Unjuk Rasa Mahasiswa di Tengah Pandemi Corona di Bekasi, Mereka Menuntut Keringanan Biaya Kuliah
"Makanya kita bangun ekonominya, pak presiden bilang katanya harus berdampingan, ya kita berdampingan. Virus-virus oke kita tangani, ekonomi kita tangani juga," ujarnya.