Breaking News:

IPW: Kapolri Mesti Evaluasi Kapolres dan Kapoldanya, Agar Kekacauan Seperti di AS Tak Terjadi

"Anggota polisi saja bisa terbunuh di kantornya, lantas apa yang bisa diharapkan masyarakat dari polisi dalam menjaga keamanan publik."

dokpri
Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter Polri) Irjen Pol Drs.Napoleon Bonapate.,M.Si, yang mewakili Kapolri Jenderal Drs.Idham Azis.,M.Si melaksanakan giat Virtual Meeting Pejabat Kepolisian Se-Asia dan Pasifik Selatan (Virtual Meeting of Police Chiefs from the Asia and South Pasific). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan Kapolri Jenderal Idham Azis perlu mengevaluasi sikap, perilaku, dan kinerja para Kapolda dan Kapolresnya agar benar-benar promoter.

Sehingga kerusuhan dan kekacauan di AS tidak terjadi di Indonesia.

Neta menilai, apa yang terjadi di AS, berpotensi juga terjadi di Indonesia saat ini.

"Kekacauan yang terjadi di AS adalah akibat sikap anggota polisi yang mengedepankan arogansi. Kematian warga kulit hitam George Floyd di Minneapolis, AS akibat ulah anggota polisi yang semena-mena dan tidak mengindahkan hak asasi manusia," kata Neta kepada Warta Kota, Jumat (5/6/2020).

• Baru Bebas dari Penjara Mapolrestabes Bandung, Ferdian Paleka: Lebih Betah di Dalem

 Diserbu Netizen karena Dianggap yang Menghapus Lagu Keke Bukan Boneka, ini Klarifikasi Rinni Idol

 Ada Klaim Hak Cipta dari Rini Idol, Video Lagu Keke Bukan Boneka Menghilang di Youtube

 Video Klip Keke Bukan Boneka Tidak Ada Lagi di YouTube, Begini Penjelasan Rinni Wulandari

Di Indonesia, katanya, sikap polisi yang semena mena, arogan, melakukan kriminalisasi, berpihak, tidak peka, dan mencederai rasa keadilan masyarakat sudah menjadi rahasia umum yang sering terjadi.

"Berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat ke IPW, terutama dari daerah, yang kemudian disampaikan ke elit kepolisian sering kali tidak cepat disikapi secara promoter. Padahal, sikap seperti ini bisa menjadi api dalam sekam yang memicu kekacauan seperti yang terjadi di tahun 1998," ujar Neta.

Aksi teroris yang membuat terbunuhnya anggota polisi di sebuah Polsek di Kalimantan Selatan katanya menunjukkan betapa tidak promoternya Polri.

"Anggota polisi saja bisa terbunuh di kantornya, lantas apa yang bisa diharapkan masyarakat dari polisi dalam menjaga keamanan publik. Ironisnya, dalam kasus ini hanya Kapolresnya yang dicopot, sementara kapoldanya tidak tersentuh hukuman," kata Neta.

Padahal, peristiwa itu terjadi akibat tidak berjalannya sistem deteksi dini dan lemahnya kinerja intelijen yang dibangun Kapolda, sehingga teroris bisa mengobok-obok kantor polisi.

Sebab itu kata dia, sudah saatnya Kapolri mengevaluasi sikap, perilaku dan kinerja para Kapolda dan kapolresnya.

"Kapolda dan Kapolres yang mengkriminalisasi hak ulayat atau mengkriminalisasi pengusaha lokal dengan tujuan tertentu, atau diperalat pihak tertentu, untuk mencederai rasa keadilan publik. Atau tidak becus bekerja secara promoter, harus dicopot dari jabatannya dan dimasukkan ke dalam 'kotak' dan 'kotaknya digembok tiga'," papar Neta.

 SIM Keliling Polda Metro Jaya akan Buka Setiap Hari dan Lebih Pagi, ini Jadwal dan Lokasinya

 Kuota Harian Habis, Ratusan Pemohon Pelayanan Publik di Polres Metro Depok Terpaksa Pulang

 Manfaatkan Rooftop Garden, Ustaz Yusuf Mansur Minta Kubah Masjid di Indonesia Dipotong

Sebab polisi seperti itu, katanya, tidak pantas menjadi pimpinan kepolisian dan hanya akan menjadi benalu buat masyarakat maupun polri.

Terjadinya krisis ekonomi sebagai dampak pandemik Covid-19 ini menurut Neta juga harus diwaspadai Polri. Sebab krisis ini bisa menjadi krisis sosial dan politik.

"Jika dalam multi krisis ini jajaran Polri tidak promoter dan lebih mengedepankan arogansi, seperti apa yang dialami Goerge Floyd, bukan mustahil kekacauan seperti di AS akan terjadi di Indonesia, apalagi persoalan di Indonesia lebih kompleks dan pelik," kata Neta. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved