Permitha dan KBRI Bangkok Gelar Rapat Koordinasi AAISC Ke-8

Penyelenggaraan AASIC ke-8 ini telah disusun dalam dua skema, yaitu online dan offline karena mempertimbangkan kondisi akibat Covid-19.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Ichwan Chasani
istimewa
Rapat koordinasi rencana penyelenggaraan Asian Academic Society International Conference (AASIC) ke-8, Selasa (26/5) lalu, dilaksanakan secara online. Rapat koordinasi ini diikuti 21 peserta. 

Target Peserta

Kevin mengatakan, bahwa target peserta AASIC ke-8 secara umum berasal dari benua Asia terutama dari Negara Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Jepang, Cina, India, dan Myanmar. Peserta konferensi ini terbuka untuk berbagai kalangan seperti peneliti, profesional, praktisi, dan mahasiswa.

“Peserta akan diundang untuk mempresentasikan penelitian dan pengalaman berdasarkan keahlian mereka kepada khalayak. Jumlah peserta yang ditargetkan yaitu minimal 200 partisipan yang terdiri dari presenter dan nonpresenter,” ujarnya.

Menurut Kevin, konferensi ini tidak hanya menawarkan kesempatan untuk menjadi presenter lisan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mempresentasikan dalam bentuk poster.

Makalah yang dikirimkan akan diterbitkan dalam conference abstract book, sedangkan makalah yang berhasil lolos kajian akan diterbitkan dalam registered proceeding book serta berkesempatan untuk diterbitkan oleh penerbit terindeks.

“Saat ini, panitia sedang menyusun Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Bangladesh Journal of Medical Science untuk menerbitkan jurnal yang terakreditasi Scopus,” ujar Kevin.

Skema Penyelenggaraan

Penyelenggaraan AASIC ke-8 ini telah disusun dalam dua skema, yaitu online dan offline karena mempertimbangkan kondisi akibat Covid-19, yang selanjutnya akan diputuskan pada pertengahan Bulan September 2020.

Apabila dilaksanakan secara online, konferensi akan diselenggarakan di Bangkok (tentatif) sehingga peserta dapat berada di lokasi masing-masing.

Konferensi akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu tanggal 4-5 Desember 2020. Sedangkan apabila dilaksanakan secara offline, konferensi akan berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 3-5 Desember 2020.

“Untuk dua hari pertama akan dilaksanakan konferensi di Bangkok (tentatif), sedangkan hari terakhir akan dilaksanakan field trip ke beberapa situs bersejarah dan tempat wisata di Bangkok,” jelas Kevin.

Pada dua skema tersebut juga akan disajikan pertunjukan budaya seperti tarian, pariwisata, dan iklan-iklan diplomasi budaya Indonesia dan Thailand lainnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved