Breaking News:

Berita Internasional

Pandemi, Kemerosotan Ekonomi, dan Unjuk Rasa George Floyd, SBY: Akankah Terjadi Perubahan di AS?

Pandemi, Kemerosotan Ekonomi dan Aksi Unjuk Rasa George Floyd Mencuat, SBY : Akankah Terjadi Perubahan di Amerika?

WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono bersama calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, berjabat tangan seusai melakukan petemuan tertutup di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12/2018). Partai Demokrat dan Partai Gerinda bersepakat memenangkan pemilu presiden dan legislatif pada 2019. 

Mungkin banyak yang mengira sosok yang teguh dan dianggap keras itu sulit berempati.

Namun, Bush diungkapkan SBY justru sangat berempati.

Hal tersebut dibuktikannya ketika mendiang istri, Ani Yudhoyono meninggal dunia tanggal 1 Juni 2019.

Bush dan Laura katanya mengirimkan surat penuh empati kepadanya.

Keamanan Amerika Serikat Bergejolak, Susilo Bambang Yudhoyono : Are You Ok Amerika?

"Saya ingat ketika istri tercinta Ani Yudhoyono sedang dirawat di rumah sakit, Bush dan Laura mengirim surat yang penuh empati dan mendoakan kesembuhan Ani. Ketika Ani berpulang ke Rahmatullah, mereka kembali mengirim surat kepada saya sebagai ucapan bela sungkawa," ungkap SBY.

Kembali kepada seruan dari banyak pihak agar ada perubahan di Amerika, SBY menegaskan semua pihak harus bersabar menunggunya.

Belum bisa diduga apakah akan ada tonggak sejarah baru di negeri yang selama ini gigih menyerukan nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan nilai keadilan.

Apalagi jika mengharapkan titik balik menyangkut hubungan yang lebih baik antara minoritas dan mayoritas, utamanya antara kaum kulit hitam dan kulit putih.

"Saya juga tidak tahu apakah Amerika memerlukan 'nation building' yang baru. Misalnya diawali dengan dialog yang tulus antara kaum minoritas dan mayoritas. Antara kulit hitam dan kulit putih. Entahlah. Saya harus berhenti di sini. Takut salah," jelas SBY.

"Satu hal yang ingin saya katakan menutup artikel ini, seiring dengan perkembangan zaman, mungkin ada keperluan Amerika untuk menggalakkan lagi dialognya, baik dialog yang sifatnya internal (dialog kebangsaan) maupun dialog negara besar itu dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Akankah?," tambahnya. 

"Only history will tell (hanya sejarah yang akan tahu)," tutup SBY.

Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved