Breaking News:

Buronan KPK

ICW Kritik Firli Bahuri Absen di Konferensi Pers Penangkapan Nurhadi, Sebut Keadaan Genting

ICW mengkritik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang absen saat konferensi pers penangkapan Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah) memakai baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono yang sudah buron selama empat bulan terkait kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang absen saat konferensi pers penangkapan Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Menurut ICW, kehadiran Firli Bahuri dirasa penting untuk menunjukkan keseriusan pimpinan KPK dalam menangani perkara mafia peradilan ini.

"Dalam keadaan genting seperti ini semestinya Komjen Firli Bahuri turut hadir dalam konferensi pers."

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Juni 2020: 8.406 Pasien Sembuh, 28.233 Positif, 1.698 Wafat

"Untuk menjelaskan kepada publik terkait dengan penangkapan Nurhadi," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (1/6/2020) lalu, pimpinan KPK yang hadir ialah Nurul Ghufron.

Nurul ditemani Direktur Penyidikan KPK Karyoto dan Plt Juru Bicara Ali Fikri.

NEGARA Tanpa Korban Meninggal Akibat Covid-19 Semakin Menyusut Jadi 30, Ini Daftarnya

Kurnia lantas membandingkan Firli Bahuri dengan ketua KPK periode-periode sebelumnya.

Dia mengatakan, ketua KPK sebelum Firli Bahuri biasanya hadir dalam konferensi pers yang terkait langsung dengan elite kekuasaan.

"Hal ini untuk menunjukkan komitmen KPK dalam pemberantasan korupsi, terlebih masih banyak pelaku korupsi yang sampai saat ini masih buron," tuturnya.

UPDATE 3 Juni 2020: Berkurang 29 Orang, RS Wisma Atlet Kini Rawat 568 Pasien Positif Covid-19

Kurnia mencontohkan penetapan tersangka Setya Novanto selaku Ketua DPR pada Juli 2017, yang diikuti langsung oleh Agus Rahardjo selaku Ketua KPK.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved