Breaking News:

Virus Corona

Gunakan Virus Indonesia BPPT Ciptakan Alat Rapid Test dan PCR, Pemkot Tangsel Sudah Mencobanya

BPPT menciptakan alat Rapid test dan PCR atau polymerase chain reaction. Selain itu, BPPT juga membuat ventilator.

Naufal/GridOto.com
Ilustrasi. Selain alat rapid test dan PCR, BPPT juga menciptakan mobil listrik dan hybrid. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Inovasi anak bangsa. Itulah yang dihadirkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menggunakan virus Indonesia, BPPT menciptakan alat Rapid test dan PCR atau polymerase chain reaction.

Selain itu, BPPT juga membuat ventilator.

Alat untuk mendeteksi seseorang terpapar virus corona dan alat bantu pernafasan tersebut merupakan murni buatan anak bangsa.

Sambil Menjalani Program Kehamilan, Tyas Mirasih Terus Menambah Koleksi Kucing Peliharaan di Rumah

BREAKING NEWS: Arah dari Kota Tangerang Menuju Jakarta Macet Total, Kendaraan Tak Bergerak

Kasusnya Berakhir Damai, Kini Youtuber Ferdian Paleka Dibebaskan dari Penjara

VIDEO: SMP dan SMA Negeri di Kelapa Gading Disemprot Disinfektan Jelang New Normal

 

Kepala BPPT, Hammam Riza, mengatakan, proses pengujian saat membuat alat tes PCR dan rapid test menggunakan virus dari Indonesia, sehingga akurasinya lebih tinggi.

Hammam menekankan, pernyataannya bukan berarti mengesampingkan akurasi alat tes dari luar negeri, melainkan hanya menjelaskan proses pembuatannya.

"Rapid test dan PCR kit, ini kita mendsesainnya prototipenya itu menggunakan virus dari Indonesia, bukan virus dari Cina, bukan dari Korea atau negara lain. Rapid test dan PCR kit dari luar bukannya tidak bisa, tapi itu belum pernah diuji dengan virus Indonesia," tandas Hammam, Kamis (4/6/2020).

"Kalau ini kan kami menguji dulu di Litbangkes. Sehingga harapannya itu sensitifitasnya, akurasinya bisa lebih tinggi," tambahnya di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Teknologi BBPT Kompleks Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).

Hammam menjelaskan, alat tes tersebut merupakan produk inovasi BPPT bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19).

TFRIC-19 merupakan model ekosistem inovasi yang terbangun karena adanya dorongan kebutuhan bersama, dan karena ada rasa kebersamaan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu.

Masjid KH Hasyim Asyari Siap Jalankan Ibadah Salat Jumat, Beribadah dengan Protokol Covid-19

4 Tips Belanja Gadget dan Barang Elektronik di Toko Online dengan Aman Selama Pandemi Corona

Ini Daftar 66 RW di Jakarta dengan Penyebaran Covid-19 yang Masih Tinggi

 

Intruksi Imam Besar dan Renovasi Buat Masjid Istiqlal Tak Dibuka Sementara untuk Umum

 

Bersama 11 lembaga litbang, 18 perguruan tinggi, 11 asosiasi/komunitas, tiga rumah sakit, dua industri dan enam start up bisa bergerak cepat, menghilangkan sekat-sekat antar institusi, antar kompetensi dan profesi.

"TFRIC 19 ini gugus tugas yang dibentuk dengan SK kepala BPPT dalam rangka kita membangun ekosistem inovasi teknologi khususnya didalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yaitu melalui testing, tracing, detection, fancing, dan treatment alat kesehatan," paparnya.

BPPT menyumbangkan 30 boks alat rapid test dan meminjamkan satu unit alat tes PCR kepada Pemkot Tangsel yang diterima langsung Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany.

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul BPPT Ciptakan Alat PCR dan Rapid Test Gunakan Virus dari Indonesia, Ini Keunggulannya, https://jakarta.tribunnews.com/2020/06/04/bppt-ciptakan-alat-pcr-dan-rapid-test-gunakan-virus-dari-indonesia-ini-keunggulannya.

Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved