Breaking News:

Virus Corona

GoFood dan BPOM Perketat Protokol Kebersihan dan Pengiriman Makanan, Begini Rinciannya

Demi keamanan, GoFood dan mitranya menetapkan standar tinggi yang memperketat protokol kebersihan dan kesehatan di tengah pandemi.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
Head of Marketing GoFood Marsela Renata (tengah) saat konferensi pers bertema “Food Safety di Masa Adaptasi Pandemi” yang diselenggarakan Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Rabu (3/6/2020). 

·  Inovasi contactless delivery melalui teks pesan cepat yang diterapkan sejak awal pandemi untuk mengurangi kontak fisik antara driver dan pengguna. 

·  Fitur pembayaran non tunai melalui GoPay dan Paylater yang terus didorong dalam bertransaksi guna mengurangi kontak fisik.

·  Protokol keamanan mitra driver melalui ‘Posko Aman’, dimana mitra driver yang mengantar makanan secara rutin diperiksa suhu tubuhnya dan di-sanitasi kendaraannya. 

·  Penampilan status suhu tubuh mitra driver dan kebersihan kendaraan di aplikasi saat pengguna memesan makanan. GoFood adalah layanan pesan-antar makanan pertama di Indonesia yang meluncurkan inovasi keamanan ini.  

·  Layanan ‘GoFood Pickup’, yang diluncurkan pada awal tahun, membantu masyarakat untuk memastikan keamanan makanannya dengan mengambil sendiri pesanan di outlet merchant.

·  Kategori ‘Siap Masak’ yang ditambahkan sebagai pilihan bagi masyarakat yang ingin menyiapkan sendiri makanannya di rumah, sekaligus mendorong volume transaksi mitra merchant dengan pilihan menu baru.

·  Kanal khusus informasi upaya GoFood mengurangi penyebaran COVID-19 pada layanan GoFood.

Makanan bukan sarana penularan covid-19

Sementara, Emma Setyawati, S.Si., Apt., M.E. selaku Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Sedang dan Rendah BPOM,  mengatakan bahwa virus corona memang bukan foodborne disease atau tidak ditularkan di makanan.

Kendati demikian, BPOM coba mengelola untuk manajemen peredaran pangan agar makanan ini tetap aman.

“BPOM tidak sendiri, ada pihak lain, seperti produsen, distributor, dan jasa pengantaran. Banyak yang dilibatkan. Dari sana kami mengelolanya ke dalam Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan,” ujar Emma.

Ia menambahkan, Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan ini bisa di unduh. Kemudian, yang dilakukan BPOM selanjutnya adalah tindak lanjut dari pedoman ini.

“Misalnya, pertemuan video conference dengan banyak pihak, termasuk GoFood salah satunya; lalu memastikan bahwa selain keamanan pangan, namun gizinya harus tetap sesuai,” jelas Emma. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved