Kerusuhan di AS

Wali Kota Kentucky Akhirnya Gabung Demonstran karena Warganya Didor Polisi Pascakematian Floyd

Greg Fischer mengatakan pada kepala polisi penambak warga di Louisville dipecat dan dua petugas diberi cuti administratif.

Youtube
Wali Kota Kentucky Greg Fischer gabung dengan demonstran menyusul kematian salah seorang warganya karena didor polisi yang mengamankan unjuk rasa. 

WARTAKOTALIVE.COM, KENTUCKY -- Wali Kota  Kentucky  Greg Fischer akhirnya bergabung dengan para demonstran di pusat kota Selasa malam untuk pertama kalinya.

Hal itu dilakukan menyusul penembakan seorang warga kulit hitam di kota yang berada di bawah tanggung jawabnya sehari sebelum ia ikut demonstrasi.

"Jika ini bukan seruan untuk Amerika Serikat, maka kita perlu memeriksa nyali tentang negara kita," kata Fischer tentang kasus penembakan oleh polisi yang dianggapnya fatal.

UPDATE: George Floyd Tewas karena Dibunuh, Demikian Hasil Autopsi Independen, Pembunuhan Berencana?

Rusuh AS Berlanjut, Korban Tewas Berjatuhan, Sudah 5.600 Orang Ditangkap

Menurutnya, kebrutalan terhadap komunitas kulit hitam baru-baru ini tak bisa diterma. "Karena inilah negara kita."

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan-jalan Louisville selama enam malam berturut-turut.

Mereka menyatakan frustrasi atas penembakan fatal Breonna Taylor dan David McAtee sekaligus penanganan Fischer terhadap masalah tersebut.

Meskipun berkali-kali dihubungi, Fischer sebelumnya menolak bergabung dengan pengunjuk rasa, dengan mengatakan bahwa kehadirannya akan menjadi "gangguan bagi petugas polisi kami."

Pujian Kini Diberikan untuk Risma Justru Setelah Terungkap Penyebab Tingginya Covid-19 di Surabaya

Itu berubah Selasa, ketika Fischer berpidato di kerumunan di Jefferson Square Park selama sekitar 20 menit, berbicara dengan kejujuran yang lebih besar dari biasanya.

Sang Wali Kota juga menjawab beberapa pertanyaan.

Orang-orang berlarian dengan membawa barang-barang yang dijarah di sebuah toko pakaian di pusat kota Long Beach, California, Amerika Serikat pada (31/5/2020) dalam aksi protes menentang kematian George Floyd. George Floyd seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal ketika ditangkap dan lehernya dijepit ke tanah menggunakan lutut oleh seorang petugas kepolisian Minneapolis, Minnesota.
Orang-orang berlarian dengan membawa barang-barang yang dijarah di sebuah toko pakaian di pusat kota Long Beach, California, Amerika Serikat pada (31/5/2020) dalam aksi protes menentang kematian George Floyd. George Floyd seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal ketika ditangkap dan lehernya dijepit ke tanah menggunakan lutut oleh seorang petugas kepolisian Minneapolis, Minnesota. (AFP/Apu GOMES)
Halaman
1234
Penulis: Wito Karyono
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved