Breaking News:

Pendidikan

Usai Wacana Masuk Sekolah Awal 2021, Kini Muncul Usulan Tahun Ajaran Baru Digeser Jadi Januari 2021

Wali Kota Solo mengusulkan tahun ajaran baru sekolah dimulai tahun depan. Bahkan FX Hadi Rudyatmo akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali)

Tribunsolo.com/Chryshna Pradipha
FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDIP Kota Solo yang juga Wali Kota Solo, saat ditemui di rumah dinas Loji Gandrung, Solo, Minggu (8/7/2018) pagi. Hari ini dia mengusulkan agar tahun ajaran baru yang sudah diputuskan 13 Juli 2020 digeser jadi 2021. Alasannya virus corona belum ketahuan kapan berakhirnya. 

"Pariwisata ini kami belum mengizinkan wisatawan datang dari luar Jabar."

"Jadi kami sedang mengendalikan Jabar, jangan sampai karena pariwisata dibuka, tiba-tiba datang tamu yang sejarah perjalanannya tidak kita ketahui, ternyata datang dari zona merah," katanya.

Emil mengatakan telah menyampaikan hal tersebut kepada walikota dan bupati yang ekonomi daerahnya bersumber dari pariwisata."

 Sedang Stres Karena Tak Ada Pekerjaan, Dwi Sasono Mengaku Bisa Tidur Nyenyak Usai Konsumsi Ganja

"Contohnya Bandung yang tiap weekend kedatangan wisatawan dari Jakarta, juga Garut dan Pangandaran.

Menteri Nadiem Belum Pastikan Kapan Masuk Sekolah

Jadwal tahun ajaran baru memang sudah ditetapkan 13 Juli 2020, namun jadwal masuk sekolah belum jelas karena tergantung situasi pandemi corona.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemdikbud) Republik Indonesia telah menetapkan jadwal tahun ajaran baru tahun 2020/2021 yakni pada 13 Juli 2020.

 Meski demikian, Menteri Nadiem Makarim membantah jika siswa dan siswi akan mulai masuk sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM) pada bulan Juli mendatang.

 Pimpinan DPRD DKI Minta Disdik Kaji Ulang Rencana Aktivitas Belajar Dimulai pada 13 Juli

Semua skenario telah dipersiapkan untuk menentukan jadwal tahun ajaran baru 2020.

Kewenangan kapan masuk sekolah bagi murid sekolah ternyata bukan kewenangan mutlak Nadiem Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan telah menyiapkan berbagai skenario terkait permulaan tahun ajaran baru 2020/2021.

Hal ini disebabkan pandemi Covid-19 yang belum mereda di Tanah Air.

 Pakai Nomor Keberuntungan, Marc Anthony Klok Lebih Percaya Diri Bermain di Lapangan

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah siap dengan semua skenario," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (20/5/2020), dikutip dari Kompas.com dalam berita berjudul, "Mendikbud Siapkan Skenario Memulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi".

Nadiem mengatakan, Kemdikbud terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Keputusan Kemendikbud terkait pelaksanaan tahun ajaran baru akan merujuk pada kajian Gugus Tugas.

 Adopsi Pola Tiki-taka, Bek Persija Jakarta Alfath Faathier Jadikan Barcelona sebagai Tim Panutan

Menteri Nadiem Makarim dengan tegas membantah soal informasi yang beredar bahwa tahun ajaran baru akan dimulai 15 Juni 2020 mendatang.

"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," kata Nadiem Makarim saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI Jumat (22/5/2020).

Sementara itu, banyak wacara yang menyebutkan jika kegiatan belajar mengajar akan segera dimulai kembali di tengah pandemi Covid-19

Kabar tersebut menimbulkan banyak kekhawatiran yang datang terutama dari pada orang tua murid.

Kenaikan kasus covid-19 di Indonesia masih belum stabil.

Hal ini membuat berbagai kebijakan terus dikaji ulang.

Termasuk menggunakan masker dan pola hidup sehat yang harus selalu dilakukan.

 Pernah Datang ke Jakarta, Gautam Rhode Main Peran Utama Serial India Saraswati Chandra Tayangan ANTV

Namun di tengah pandemi ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan tahun ajaran baru.

Tahun ajaran 2020/2021 akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan keputusan tersebut diambil lantaran kalender pendidikan dimulai pada minggu ketiga bulan Juli dan berakhir pada Juni.

"Itu setiap tahun begitu," katanya dalam konferensi di Jakarta, Kamis (28/5/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Namun tahun ajaran baru yang dimulai pada 13 Juli 2020 ini bukan berarti siswa belajar di sekolah.

Keputusan kapan siswa akan belajar di sekolah ini akan terus dikaji.

Keputusan finalnya juga akan menunggu rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Meski belum ada keputusan, namun wacana tahun ajaran baru ini cukup ramai dibicarakan.

 Ini 20 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Bisa Kirim ke WhatsApp, Facebook, Twitter, IG

Apalagi jumlah kasus virus corona belum juga menunjukkan tanda penurunan.

Hingga Sabtu (30/5/2020) jumlah kasus di Indonesia mencapai 25.216 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Ini dia plus minus sekolah di tengah pandemi dikutip dari Kompas.com:

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Walikota Solo Rudy Usulkan Tahun Ajaran Baru Sekolah dan Anggaran Dimulai 2021, Ini Alasannya,  Penulis: Agus Iswadi

Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved