Breaking News:

PSBB Bodebek

Lihat Persiapan Tiga Mal di Margonda Sudah Bagus, Wali Kota Depok Sebut Mal-mal bisa Dibuka 5 Juni

Sedangkan untuk dunia pendidikan, Idris memastikan Pemkot Depok masih tetap memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh melalui online

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat mengecek kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Masjid Baiturahman, Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Rabu (3/6/2020) 

Jika tak ada kendala, Kota Depok sedianya akan mengakhiri masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Kamis, 4 Juni 2020 besok.

Bila nantinya Kota Depok siap, Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad mengaku pihaknya tidak hanya membuka kegiatan di rumah atau tempat-tempat ibadah, melainkan juga dalam sektor kegiatan perekonomian.

“Untuk (sektor) ekonomi, kita akan buka mal-mal dengan protokol kesehatan. Besok contohnya, kita akan sosialisasikan,” papar Idris seusai melakukan pengecekan langsung mengenai kesiapan pelaksanaan ibadah di Masjid Baiturahman (Masjid Merah), Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Rabu (3/6/2020).

“Kemarin di Jalan Margonda ada tiga mal, persiapannya kita lihat sudah bagus untuk dilaksanakan pembukaan mal di hari Jumat (5/6/2020),” katanya.

Termasuk juga persiapan pembukaan terhadap rumah makan atau restoran.

Dikatakan Idris, dalam pengecekan tersebut, pihaknya mendapati telah dilakukannya pengurangan kapasitas kursi yakni dari empat kursi dalam satu meja menjadi dua kursi.

Sedangkan untuk dunia pendidikan, Idris memastikan Pemkot Depok masih tetap memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh melalui online atau dalam jaringan.

“Sekolah online sampai 15 Juni. Setelah itu libur dan masuk lagi Juli, akan ara konsep baru dari kementerian (pendidikan dan budaya). Semua sudah disiaplan jadi, enggak ada sekolah (yang dibuka pasca berakhirnya PSBB),” ujarnya.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, dalam pemberlakuan PSBB, pihaknya sepakat untuk melaksanakan arahan dari pemerintah pusat yakni PSBB Proporsional.

Istilah PSBB Proporsional ini dikatakan Idris memiliki sebutan yang beda-beda di masing-masing wilayah, seperti halnya di DKI Jakarta yang menyebutnya sebagai Pembatasan Sosial Berskala Lokal atau PSBL.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved