Virus Corona Jabodetabek

DKI Jakarta Tolak 38.052 Permohonan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menolak 38.052 pemohon yang mengajukan SIKM Jakarta atau 76,9 persen dari pemohon SIKM.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kegiatan pemeriksaan SIKM di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta menolak 38.052 pemohon yang mengajukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta.

Jumlah pemohon yang ditolak mencapai 76,9 persen dari dokumen yang diajukan masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benni Aguscandra mengatakan, jumlah pengguna mengakses perizinan SIKM melalui corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta.

Menurut Benni Aguscandra, ada 49.483 permohonan yang pengajuan permohonannya disetujui.

Pemkot Tangerang Selatan Bakal Kirim Balik Para Warga Pendatang Tanpa SIKM

Dari 43.263 Pengajuan SIKM Ternyata Hanya 2.918 Orang yang Diizinkan Kembali ke Jakarta, Mengapa?

“Jumlah itu berdasarkan pendataan petugas sejak dibukanya pelayanan pada Jumat (15/5/2020) sampai hari ini,” kata Benni berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (3/6/2020).

Benni mengatakan, dari total permohonan yang diterima, terdapat 4.524 berkas yang masih dalam proses karena baru diajukan.

Sementara hanya ada 4.265 pemohon atau sekitar 8,6 persen dari total permohonan yang dinyatakan telah memenuhi persyaratan sehingga SIKM dapat diterbitkan secara elektronik.

Sementara 2.642 permohonan SIKM lagi masih menunggu validasi dari penjamin atau penanggung jawab.

Lolos Balik ke Jakarta Tanpa Kantongi SIKM, Dikarantina di Rumah selama 14 Hari

Cerita Sumardi Lolos Mudik ke Sukoharjo Bayar Rp 500.000 tanpa SIKM, di Jakarta Langsung Dikarantina

Menurut dia,  dalam waktu tiga hari, petugas DPMPTSP DKI Jakarta telah merampungkan penelitian administrasi dan teknis terhadap lebih dari 21.000 permohonan SIKM.

“Bahkan kami juga tetap memproses pada hari libur nasional, hari libur biasa pada Sabtu dan Minggu,” ujar Benni.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, hanya orang yang bekerja di 11 sektor usaha yang bisa mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemeriksaannya mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Tiba dari Kampung Halaman Tanpa SIKM, Empat Keluarga di Kelurahan Papanggo Jalani Isolasi Mandiri

Selama 5 Hari Polisi Paksa Putar Balik 14.500 Kendaraan yang Tidak Punya SIKM

“Setiap orang atau pelaku usaha dilarang melakukan kegiatan berpergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama masa penetapan bencana non alam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional,” kata Anies Baswedan berdasarkan keterangan dari PPID DKI Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Sebelas sektor yang diizinkan di antaranya bidang kesehatan; bahan pangan/makanan/ minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi.

Selain itu, keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik dan industri objek vital serta kebutuhan sehari-hari. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved