Berita Daerah

Belasan Wanita Termakan Rayuan Maut Pria di Palembang, Ternyata Pelakunya Polisi Gadungan

Aksi Hariyadi pun terhenti setelah ditangkap Polsek Kalidoni, Palembang. Terungkap korban Hariyadi mencapai belasan wanita.

Editor: Dodi Hasanuddin
warta kota
Ilustrasi. Lima polisi gadungan ditangkap polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang wanita berinisiasl TM (35) tak menyangka telah ditipu mentah-mentah seorang pria yang mengaku polisi di Palembang, Sumatera Utara.

Hal tersebut terbongkar setelah TM melaporkan ke polisi pada Selasa (2/6/2020) lantaran barang berharganya lenyap saat berada di kamar bersama HES atau Hariyadi (24)

Aksi Hariyadi pun terhenti setelah ditangkap Polsek Kalidoni, Palembang. Terungkap korban Hariyadi mencapai belasan wanita.

 Waspada Virus Corona, Sebagian Besar Pasien Covid-19 di Indonesia Tidak Memiliki Gejala Klinis Berat

Tunawisma Kelaparan Tertangkap Basah Curi Susu di Minimarket, Jadi Amukan Massa

Gerakan Light Up Indonesia Salurkan Bantuan Tagihan Listrik untuk 20.497 Rumah, Target 100.000 Rumah

Badan Keuangan Daerah Kota Depok Lakukan Sosialisasi Protokol Kesehatan ke Sejumlah Rumah Makan

Kapolsek Kalidoni Palembang, AKP Irene, mengatakan, modus yang digunakan tersangka berpura-pura menjadi seorang anggota polisi.

Lalu, mereka mencari korban dengan menggunakan aplikasi chatting.

Setelah korban terbuai bujuk rayu tersangka, mereka selanjutnya dibawa ke hotel maupun penginapan untuk kencan.

"Bahkan untuk meyakinkan korban, pelaku juga mengirimkan foto Kartu Tanda Anggota (KTA) polisi palsu," kata Irene saat gelar perkara, Rabu (3/6/2020).

Irene mengungkapkan, saat berkencan, pelaku telah lebih dulu menyiapkan kamar sebelum korban datang.

Biasanya, mereka membuka dua kamar, di mana satu kamar lagi digunakan oleh teman pelaku inisial RS (DPO).

"Setelah korban lengah, handphone atau barang berharga lainnya diambil oleh rekan pelaku yang ada di kamar sebelahnya. Ketika korban tertidur pelaku ini langsung kabur," ujar Irena 

KTA Palsu Membuat Wanita Percaya 

Sementara itu, pengakuan tersangka HES, dalam aksinya tersebut ia bertugas untuk mencari korban melalui aplikasi chatting.

Setelah itu, rekannya RS akan memesan dua kamar setelah korban sepakat untuk kencan.

Halaman
12
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved