Ibadah Haji

Pemberangkatan Haji 2020 Dibatalkan, Bagaimana Nasib Jemaah yang sudah Lunasi BPIH? Ini Kata Menag

Setoran pelunasan BPIH yang telah dibayarkan jemaah akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Mikhail Voskresenskiy / Sputnik / Sputnik via AFP
(Ilustrasi) Jemaah sedang melaksanakan ibadah haji di depan Kabah, Makkah, Arab Saudi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona masih melanda di belahan dunia, termasuk Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi pun hingga kini belum membuka akses untuk jamaah haji dari negara pun.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020.

Lalu bagaimana bagi jemaah yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun ini?

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Agama menetapkan bahwa jemaah akan diberangkatkan pada tahun 2021.

Beredar Kabar Para Pilot Kena PHK, ini Penjelasan Dirut Garuda Indonesia

DMI Terbitkan Surat Edaran Serukan Masjid Dibuka kembali untuk Salat Lima Waktu dan Salat Jumat

Ketika Donald Trump Sembunyi di Bunker, Selamatkan Diri dari Demonstran yang Semakin Memanas

Pemerintah Arab Saudi Kembali Buka Masjid, Terapkan Aturan ini, Bagaimana dengan Umrah dan Haji?

"Seiring keluarnya kebijakan pembatalan keberangkatan tersebut jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya perjalanan haji atau BPIH tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442 Hijriah atau 2021 masehi mendatang," kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (2/6/2020).

Fachrul mengatakan, setoran pelunasan Bipih yang telah dibayarkan jemaah akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Nilai manfaat pengeolaan itu akan diberikan oleh BPKH kepada para jemaah paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama ibadah haji tahun 2021.

Namun demikian, lanjut Fachrul, setoran pelunasan Bipih dapat diminta kembali oleh jemaah, apabila memang dikehendaki.

"Namun juga setoran pelunasan Bipih itu dapat diminta kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan kalau memang dia butuh. Silahkan, bisa diatur, dan kami akan mendukung itu semua dengan sebaik-baiknya," kata Fachrul.

Halaman
12
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved