Virus Corona

Ketua Umum Apindo: Tak Ada Pilihan Lagi, Kita Harus Realistis Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Menurut Hariyadi Sukamdani, doa saja tidak akan mampu menyelesaikan persoalan dampak pandemi Covid-19 ini.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Ketua Umum DPN Apindo Hariyadi Sukamdani (tengah depan) saat seminar Prospek Ekonomi dan Bisnis Tahun 2018 di Merchantile Athletic Club, Jumat (15/12). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menegaskan, sudah waktunya masyarakat Indonesia menatap realistis dan berikhtiar kembali menghidupkan aktivitas usaha.

Menurutnya, doa saja tidak akan mampu menyelesaikan persoalan dampak pandemi Covid-19 ini.

"Tidak ada pilihan lagi, kita harus realistis untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 sampai vaksin ditemukan."

Juru Bicara Luhut Panjaitan: Jika 500 TKA Asal Cina Tidak Datang, Pekerja Lokal Takkan Bisa Bekerja

"Atau terjadi herd immunity dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat," ucap Hariyadi dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Ikhtiar menjalankan roda perekonomian di tengah Covid-19 juga mengingat keterbatasan keuangan negara, serta keterbatasan cadangan dana pada perusahaan sektor riil.

Kekhawatiran demand shock, pandangannya, bukan sebuah persoalan besar.

UPDATE 30 Mei 2020: Berkurang 66 Orang, RS Wisma Atlet Rawat 619 Pasien Positif Covid-19

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini meyakini, permintaan pasar akan mengikuti setelah terjadi kegiatan perekonomian.

"Kita (pengusaha) itu kebanyakan akhir Juni ini kesulitan cash flow."

"Selebihnya sudah tidak bisa bertahan lagi."

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 30 Mei 2020: 7.015 Pasien Sembuh, 25.773 Positif, 1.573 Wafat

"Kalau mereka mau digerakkan lagi itu butuh modal kerja," ucap Hariyadi.

Hariyadi berharap pemerintah bersama OJK membantu para pengusaha untuk memberi tambahan modal kerja sebelum memasuki fase new normal.

Dia memandang stimulus modal kerja perlu diberikan untuk semua sektor usaha, tidak hanya industri BUMN, namun untuk seluruh lini, produksi, dan penjualan.

Jelang Pembukaan Kembali Rumah Ibadah, Pemprov DKI Koordinasi dengan Majelis Tinggi Agama

Hal ini dikarenakan produk manufaktur tidak dapat dikomersialkan tanpa penjualan.

"Dunia usaha memerlukan tambahan modal kerja jangka waktu satu tahun, karena selama pandemi Covid-19 telah terjadi defisit cash flow," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved