Liga 1

Marco Motta Senang Bisa Pulang ke Italia Setelah Lockdown Dilonggarkan

Bek asing Persija Jakarta, Marco Motta, akhirnya bisa pulang ke negara asalnya Italia.

Media Persija
Marco Motta saat diperkenalkan menjadi pemain baru Persija Jakarta. 

Wartakotalive.com, Jakarta - Bek asing Persija Jakarta, Marco Motta, akhirnya bisa pulang ke negara asalnya Italia. Sebelumnya, dia beserta keluarga sempat tertahan di apartemen pribadinya di Jakarta selama kurang lebih dua bulan setengah.

Pemain yang sudah malang-melintang di kompetisi Eropa itu tidak bisa menjalankan aktivitas apapun di luar rumah akibat pandemi Covid-19 atau virus corona.

Bek sayap Persija Jakarta, Marco Motta, bersama striker Marko Simic saat merayakan gol usai membobol gawang Borneo FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (1/3/2020)
Bek sayap Persija Jakarta, Marco Motta, bersama striker Marko Simic saat merayakan gol usai membobol gawang Borneo FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (1/3/2020) (LIGA-INDONESIA.ID)

Terakhir kali, Motta menjalani aktivitas pertandingan ketika membela Persija Jakarta berlaga menghadapi Bhayangkara FC pada 14 Maret 2020 lalu.

Setelah tidak adanya aktivitas latihan bersama Persija dan penghentian kompetisi Liga 1, Motta akhirnya memboyong keluarganya meninggalkan Indonesia.

"Hai teman-teman saya pulang untuk mengunjungi keluarga saya (di Italia)," tulis Motta di akun Instagram pribadinya, Senin (1/6).

Pemain yang pernah memperkuat AS Roma dan Juventus itu berharap situasi pandemi Covid-19 bisa segera pulih agar roda kompetisi bisa diputar lagi.

"Saya berharap dapat melihat kalian semua di stadion segera setelah Liga dimulai lagi, saya akan merindukanmu," ucapnya.

Pemain berusia 33 tahun itu turut memberikan pesan kepada suporter Persija yakni The Jakmania. "Sampai ketemu Jak," pungkasnya.

Sebelum memutuskan pulang ke Italia, Motta hanya menjalankan seluruh kegiatan dan aktivitas di apartemen pribadinya di Jakarta.

Aktivitas latihan dan lain-lain terpaksa harus dilakukan di dalam rumah untuk menghindari terpaparnya Covid-19.

Bahkan, Motta merasakan sensasi berbeda yakni turut larut dalam hingar bingar bulan suci Ramadan di Indonesia.

Pada musim ini, pemain yang sudah malang-melintang di kompetisi Eropa itu berkarier di Indonesia, dan rekan setimnya mayoritas beragama muslim.

“Ini pertama kali dalam karier saya berada di tengah-tengah negara yang mayoritasnya muslim. Saya juga bermain dengan pemain-pemain muslim di kompetisi musim ini,” kata Motta.

Meski tidak ikut menjalani puasa dan merayakan Idulfitri, Marco Motta mengaku tetap menghargai dan menghormati setiap budaya di Indonesia.

“Saya tahu ini tidak mudah. Saya sangat respek dengan kultur dan budaya di sini,” tutupnya.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved