Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Jelang PSBB Proporsional, Pemkot Depok Kembangkan Inovasi yang Diklaim Pertama di Jawa Barat

Pemerintah Kota (Pemkot) mengembangkan inovasi berupa Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) untuk ganti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberi keterangan kepada wartawan seusai meresmikan pemberlakuan PSBB di Kota Depok, Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Selasa (14/4/2020) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Vini Rizki Amelia

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dalam upaya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, Pemerintah Kota (Pemkot) mengembangkan inovasi berupa Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS).

Pihak Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, sistem tersebut menjadi upaya dalam persiapan PSBB Proporsional berdasarkan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Nomor 46 Tahun 2020. 

Yakni tentang Pedoman PSBB Secara Proporsional Sesuai Level Kewaspadaan Kabupaten atau Kota Sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan terkait kesiapan Kota Depok menghadapi New Normal pasca berakhirnya PSBB pada 4 Juni mendatang, Senin (1/6/2020).
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan terkait kesiapan Kota Depok menghadapi New Normal pasca berakhirnya PSBB pada 4 Juni mendatang, Senin (1/6/2020). (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

"Dalam PSBB Proporsional, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 pada level komunitas, Kota Depok akan mengembangkan inovasi berupa PSKS," papar Idris dalam keterangan resminya kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Saat penerapan PSBB Proporsional nanti, sistem PSKS akan terus dioptimalkan. 

Selain itu, area pembatasan sosial juga akan diperkecil pada level RW yang masih dikategorikan zona merah dengan parameter yang ditetapkan pemerintah.

"Pada RW yang ditetapkan PSKS, akan diatur pembatasan sosial secara khusus yang tercantum dalam Peraturan Wali Kota Depok bersamaan dengan Protokol PSBB Proporsional," katanya.

Untuk memudahkan pelaksanaan program PSKS, Pemkot Depok melengkapi Kampung Siaga yang ada di tiap RW dengan aplikasi yang terintegrasi dengan Pusat Informasi Covid-19 Depok (PICODEP). 

Idris mengklaim, aplikasi Kampung Siaga itu menjadi yang pertama ada di Jawa Barat sebagai langkah dalam menanggulangi Covid-19.

Selain itu, Idris nuga mengaku dibutuhkan juga kolaborasi tim kerja dengan melibatkan banyak pihak.

Diantaranya adalah pelibatan Tiga Pilar di kecamatan atau kelurahan, Puskesmas, Tim Pengawas, Tim Pendamping, Satgas Kampung Siaga Covid-19, RT atau RW dan pihak lainnya, termasuk para relawan.

"Mudah-mudahan dengan kolaborasi program PSKS ini, kasus Covid-19 pada RW yang dikategorikan zona merah dapat segera diselesaikan," akunya.

Nantinya, kata Idris, penerapan PSBB Proporsional akan dilaksanakan jika sampai pada 4 Juni 2020, Angka Reproduksi Efektif (Rt) Depok konsisten di angka 1 atau kurang dari 1, serta terpenuhinya indikator lain.

Berdasarkan analisis data di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Idris memaparkan tren perkembangan Rt menunjukkan penurunan sejak tanggal 25 Mei 2020 yakni Rt 1,39 atau Rt kurang dari 1.

"Semoga ini dapat dipertahankan dan terus turun hingga 4 Juni mendatang. Dengan begitu, Kota Depok dapat melaksanakan PSBB Proporsional," tuturnya.

Depok Bisa Berhenti Terapkan PSBB dan Mulai Melaksanakan New Normal Bila Mematuhi Aturan-aturan Ini

Jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok pada 4 Juni mendatang, Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta warganya untuk tetap bersabar dan melaksanakan kegiatan ibadah di rumah masing-masing.

Hal itu dikatakan Idris, demi tercapainya rasio Reproduksi Efektif (RT) di bawah 1 atau bahkan 0.5.

Bila RT Kota Depok berada di angka 1 atau 0.5, maka Depok siap menyongsong tatanan kehidupan normal baru atau New Normal.

Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan terkait kesiapan Kota Depok menghadapi New Normal pasca berakhirnya PSBB pada 4 Juni mendatang, Senin (1/6/2020).
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan terkait kesiapan Kota Depok menghadapi New Normal pasca berakhirnya PSBB pada 4 Juni mendatang, Senin (1/6/2020). (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Sehingga dengan begitu, kata Idris, Depok bisa lepas dari PSBB yang hingga kini sudah masuk pada tahap keempat setelah diberlakukan pertama kali pada 15 April lalu.

"Saat ini kita masih diharuskan melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah masing-masing, jangan sampai Reproduksi Efektif melonjak atau tidak menurun sebagaimana yang kita harapkan," papar Idris dalam keterangan resminya kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Tak hanya pada kegiatan keagamaan, Idris berharap masyarakat juga bisa melaksanakan aturan PSBB pada kegiatan-kegiatan ekonomi besar seperti di mini market dan pasar.

Apabila pada 4 Juni mendatang RT Kota Depok masih belum menyentuh angka satu, maka Idris mengaku hal itu bisa saja membuat PSBB kembali diperpanjang.

"Nauzubilahiminzalik, mudah-mudahan sesuai harapan kita yakni PSBB bisa kita selesaikan sampai 4 Juni,"

"Setelah itu, kita akan melakukan adaptasi kebiasaan baru atau lebih dikenal di nasional dengan ungkapan new normal untuk beberapa kegiatan-kegiatan di Kota Depok, khususnya kegiatan keagamaan,"

Saat ini, Idris mengatakan RT Kota Depok berada di angka 1.39 yang menyebabkan Kota Depok kembali melakukan waktu perpanjangan dalam penerapan PSBB dari yang sebelumnya berakhir pada 29 Mei, kemudian diperpanjang lagi selama enam hari sampai 4 Juni 2020.

Idris pun mengucapkan rasa syukurnya lantaran sejak 28 Mei lalu hingga 1 Juni ini, kota yang dipimpinnya mengalami tren RT yang semakin menurun.

"Mudah-mudahan kita bisa jaga, karena itulah saya berharap kepada seluruh masyarakat masih terus melakukan ketentuan dan protokol PSBB sampai 4 Juni,"

"Sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan norma-norma sesuai dengan norma kesehatan, ketentuan yang sudah dibuat oleh Kemenkes, Pemprov, san Pemkot," tuturnya.

Hingga saat ini, Idris memaparkan masih terdapat RW-RW di 19 kelurahan yang kasus konfirmasi positifnya di atas 6 sampai dengan 25 kasus.

"Insya allah setelah kamis 4 juni kita akan mendapatkan sesuatu yang kita rindukan antara lain kita dapat beribadah di rumah-rumah ibadah," paparnya.

Nantinya, jika new normal mulai dijalani, Idris mengatakan kegiatan keagamaan di rumah-rumah ibadah akan disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan protokol kesehatan yang akan dilakukan sosialisasi dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.

Hanya pada RW-RW di kelurahan tertentu, kata Idris, yang memang kemungkinan besar tetap ada kegiatan-kegiatan keagamaan di rumah masing-masing.

"Karena itu saya berharap masyarakat tetap bersabar, kita bisa bersabar selama dua bulan ini, insya allah kita bisa lebih bersabar untuk tiga atau empat hari ke depan untuk kota depok yang sehat Indonesia kuat," akunya.

Pemerintah Kota Depok Kembali Perpanjang Masa Belajar Siswa di Rumah Sampai 18 Juni 2020

Pemerintah Kota Depok kembali memerpanjang masa belajar di rumah bagi peserta didik dari tingkat Paud sampai SMA dan sederajat.

Tak hanya sekolah formal, dalam dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor: 420/258-Huk/Disdik tentang perpanjangan masa belajar di rumah juga berlaku bagi Lembaga Pendidikan Non Formal sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok.

Dalam SE tersebut, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, alasan perpanjangan dilakukan lantaran semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19.

 Jalan Arif Rahman Hakim Langganan Banjir, Warga Harap Pemkot Depok Serius Tangani Banjir

"Dengan ini Pemerintah Daerah Kota Depok memutuskan untuk memperpanjang masa belajar di rumah bagi peserta didik Paus/TK/RA, SD/Ml, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Fonnal di Kota Depok sampai dengan tanggal 18 Juni 2020," tulis isi SE Wali Kota Depok yang diterima wartawan, Jumat (29/5/2020) malam.

Kebijakan tersebut, kata Idris dalam SE nya, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Depok Nomor 22 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan Covid-19 di Kota Depok.

 50 Kendaraan Pribadi Terjaring Razia di Depok, Satu Diantaranya Mobil Travel Angkut 17 Pemudik

"Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk menjadi pedoman dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," kata Idris dalam SE nya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok resmi memerpanjang masa pemberlakuan PSBB yang seharusnya berakhir pada 29 Mei, menjadi 4 Juni yang merupakan perpanjangan untuk keempat kalinya.

Perpanjangan PSBB tersebut telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ditanda tangani langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kamis (28/5/2020).

 UPDATE Covid-19 Kota Depok, Pasien Sembuh Bertambah 17 Menjadi 214 Orang, 551 Positif, 30 Meninggal

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved