Breaking News:

Kerusuhan di AS

Butik Barang Mewah Juga Menjadi Sasaran Penjarahan dalam Kerusuhan di Amerika Serikat

Di Kota Portland, Oregon, butik Louis Vuitton, dirusak, dan sejumlah barang di dalamnya dibawa kabur penjarah

Instagram @rainsfordthegreat
Seorang pria terekam dalam foto sedang menghancurkan sebuah bank di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Namun, dalam foto itu terlihat sebuah tato bergambar kepulauan Indonesia di tangan kanannya. 

Wartakotalive, Jakarta - Banyak butik merek fashion kenamaan menjadi korban penjarahan dan perusakan ketika terjadi protes di sejumlah kota di Amerika Serikat.

Demo memprotes kematian warga kulit hitam George Flyod di tangan polisi kulit putih pada Senin lalu, telah menyulut kerusuhan dan penjarahan di beberapa kota sepanjang akhir pekan lalu.

Di Kota Los Angeles, Negara Bagian California, kawasan Rodeo Drive yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan barang kelas atas, menjadi arena demo terpanas sepanjang Sabtu dan Minggu, 30-31 Mei 2020.

Di kawasan ini berjajar butik barang-barang fashion kelas tajir macam Hermès, Fendi, Dolce & Gabbana dan Tiffany.

Sebagian butik atau toko tersebut sudah lebih dulu memasang papan tripleks untuk menutup kaca etalase.

Beberapa butik mengalami penjarahan, sedangkan sebagian lainnya hanya dirusak atau dicorat-coret dengan cat semprot.

Coretan di etalase toko di kawasan belanja Rodeo Drive, Los Angeles, AS, yang dibuat oleh pendemo pada Sabtu, 30 Mei 2020
Coretan di etalase toko di kawasan belanja Rodeo Drive, Los Angeles, AS, yang dibuat oleh pendemo pada Sabtu, 30 Mei 2020 (AFP/SCMP)

Tulisan yang tertera pada toko-toko itu, sebagaimana dilaporkan SCMP, antara lain berbunyi "no justice no peace", "eat the rich", dan "living hell".

Butik Adidas, yang berada Melrose Avenue, tak jauh dari Rodeo Drive, dijarah isinya.

Para penjarah juga kemudian membakar sejumlah bangunan di jalan tersebut.

Di Kota Portland, Oregon, butik Louis Vuitton, dirusak, dan sejumlah barang di dalamnya dibawa kabur penjarah.

Perancang kenamaan AS, Marc Jacobs, mengaku salah satu butiknya juga menjadi korban, tapi ia memuji para pemrotes.

Melalui akun Twitter-nya, ia bilang,"Janganlah kamu percaya bahwa merusak properti dan memecahkan kaca merupakan tindak kekerasan...Properti dapat diganti, tapi jiwa manusia tidak bisa".

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved