Virus Corona

Work from Home Ternyata Berisiko, Pakar Ini Ungkap Potensi Sejumlah Risiko Gangguan Kesehatan

Bekerja dari rumah (work from home) ternyata perlu ekstra hati-hati untuk mengurangi risiko lain yang ditimbulkannya, terutama faktor kesehatan fisik.

Dokumen Pribadi
Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Siloam Semarang dr Marisa SpKFR mengingatkan adanya potensi risiko gangguan kesehatan saat bekerja dari rumah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Bekerja dari rumah atau work from home ternyata perlu ekstra hati-hati untuk mengurangi risiko lain yang ditimbulkannya, terutama faktor kesehatan fisik.

Semakin tingginya risiko gangguan kesehatan yakni nyeri p,unggung ketika banyak melakukan kerja dari rumah saat pandemi Covid-19, perlu mendapatkan perhatian serius.

Pakar kesehatan yang juga dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi Rumah Sakit Siloam Semarang dr Marisa SpKFR mengingatkan, semakin tingginya risiko gangguan kesehatan yakni nyeri punggung ketika banyak melakukan kerja dari rumah saat pandemi Covid-19.

Dr Marisa SpKFR dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020), mengatakan, risiko gangguan kesehatan berupa nyeri punggung memang cukup sulit dihindari terutama bagi kalangan pekerja yang melakukan kerja dari rumah yang dalam kurun waktu terakhir dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Ini karena para pekerja setidaknya akan duduk di tempat dan mungkin posisi yang sama dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal itu memicu keram otot dan nyeri pada beberapa bagian di bagian punggung,” katanya.

 Anies Sebut Penyebaran Covid-19 di Jakarta Semakin Rendah Setelah DKI Keluarkan Kebijakan Ini

 Mirip Akademi Militer, Akademi Demokrat Sudah Lantik Lulusan Pertamanya, Langsung Dinas di DPR RI

 MANTAN Ketua KPK Abraham Samad Serang Kebijakan Jokowi Naikkan BPJS: Lain Gatal Lain Digaruk

Marisa mengatakan secara umum nyeri punggung saat bekerja dari rumah disebabkan oleh mekanik atau penggunaan otot secara berlebihan atau akibat cedera yang menimbulkan ketegangan pada otot.

“Ini juga yang menjadi penyebab terbanyak atau 80-90 persen terjadinya nyeri punggung pada umumnya,” katanya.

Ia menyebutkan aktivitas lebih banyak duduk, inaktivitas atau jadi jarang bergerak, terakhir banyak mengangkat-angkat barang merupakan faktor risiko terjadinya nyeri punggung bagian bawah.

Penelitian turut menerangkan duduk selama 4 jam per hari dengan sikap membungkuk merupakan faktor risiko terjadinya nyeri.

 Masuk Tahun Ajaran Baru dengan Normal Baru di Tengah Pandemi Covid-19, Indonesia Dinilai Siap

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved