Kesehatan

Sebut Sel Punca Bisa untuk Terapi Penyeimbang Imunitas Tubuh, Ahli Ingatkan Klinik Kesehatan

Terapi sel punca atau stem cell dapat digunakan untuk terapi penyeimbang imunitas tubuh, terutama bagi penderita gangguan autoimun.

shutterstock
Sel punca atau tali pusat. Dr dr Karina SpBP-RE, ahli bidang biomedik, mengatakan dalam webinar di Jakarta, Minggu (31/5/2020), terapi sel punca atau stem cell dapat digunakan untuk terapi penyeimbang imunitas tubuh, terutama bagi penderita gangguan autoimun. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terapi sel punca atau stem cell dapat digunakan untuk terapi penyeimbang imunitas tubuh, terutama bagi penderita gangguan autoimun.

Dr dr Karina SpBP-RE, ahli bidang biomedik,  mengatakan itu dalam webinar di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

"Sel punca dapat digunakan untuk terapi autoimun, jadi bisa diterapkan untuk penyeimbang autoimun," ujar Karina dalam webinar di Jakarta, Minggu.

Dia menambahkan, terapi sel punca juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit degeneratif seperti osteoartritis, diabetes melitus, demensia, alzheimer, dan parkison.

Kemudian penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung koroner.

 Anies Sebut Penyebaran Covid-19 di Jakarta Semakin Rendah Setelah DKI Keluarkan Kebijakan Ini

 Mirip Akademi Militer, Akademi Demokrat Sudah Lantik Lulusan Pertamanya, Langsung Dinas di DPR RI

 MANTAN Ketua KPK Abraham Samad Serang Kebijakan Jokowi Naikkan BPJS: Lain Gatal Lain Digaruk

Selain itu, terapi sel punca juga dapat digunakan untuk antipenuaan dan juga kerusakan organ akibat hal lain.

Karina juga mengingatkan bahwa sel punca merupakan sel hidup yang tidak bisa disimpan dalam bentuk kapsul, tablet, krim, ataupun ampul.

"Sel punca tidak bisa disimpan dalam bentuk tablet, krim, kapsul maupun ampul," jelas dia.

Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan klinik kesehatan yang terapi peremajaan sel atau terapi kesehatan dengan menggunakan sel punca berbentuk pil, krim, serbuk atau ampul.

"Meskipun berupa sel punca bersumber sel buah-buahan tetap tidak bisa disimpan dalam bentuk kapsul, tablet atau ampul," imbuh Karina yang merupakan CEO Yayasan Hayandra Peduli.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved