PSBB Jakarta

Pemprov DKI Jajaki Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

Kegiatan di rumah ibadah siap dibuka kembali, asal jemaah disiplin mengikuti protokol kesehatan.

istimewa
Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) melakukan penyemprotan disinfektan rumah ibadah secara serentak di seluruh daerah sebagai aksi nyata upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 pada Kamis (30/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan para majelis tinggi agama di wilayah, terkait dengan rencana pembukaan kembali kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

“Satu hal yang pasti, seluruh kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya harus tetap mengikuti dan menggunakan protokol kesehatan yang berlaku,” kata Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual DKI Jakarta, Hendra Hidayat, Kepada Warta Kota pada Sabtu (30/5/2020).

Hendra menjabarkan, protokol kesehatan yang dimaksud, seperti para jemaah wajib memakai masker, menjaga kebersihan, serta menjaga jarak dengan menghindari kontak fisik seperti bersalaman.

“Imbauan itu tetap kami minta dipatuhi, karena tentunya kami tidak ingin rumah ibadah menjadi cluster baru penyebaran Covid-19,” ujar Hendra.

Kebersihan

Menurut Hendra, pihaknya telah meminta seluruh majelis tinggi agama memastikan rumah ibadah dalam keadaan bersih.

Tidak hanya bersih dalam pandangan mata, tapi terbebas dari kuman maupun virus.

Harapannya para pemeluk agama dapat melaksanakan ibadah kembali dengan nyaman, dan tidak was-was tertular penyakit.

“Jadi, seluruh umat bisa kembali beribadah dengan baik dan khusyuk, serta keamanan dan kesehatan mereka juga tetap terjaga,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase ketiga sampai 4 Juni 2020 mendatang.

Menentukan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan fase ketiga yang menentukan, apakah DKI memperpanjang PSBB atau mengakhirinya, dan memasuki fase pemulihan kegiatan.

Hingga kini angka reproduksi (R0) Covid-19, atau tingkat penularan di Jakarta berada di kisaran poin satu. Artinya, satu orang yang terjangkit virus dapat menularkan penyait tersebut kepada satu orang lainnya.

“Idealnya angka reproduksi itu di bawah satu. Kalau di bawah satu artinya tidak lagi menularkan,” kata Anies saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (19/5/2020).

Kembali Berdagang Setelah Lebaran, PKL Pasar Tanah Abang: Kalau Tutup Terus Mau Makan Apa?

UPDATE 30 Mei 2020: KABAR Gembira! Warga Jakarta Sembuh dari Covid-19 Tambah 196 Jadi 2.003 Orang

Menteri Agama Terbitkan Surat Edaran Panduan Ibadat di Rumah Ibadah, Ini 11 Kewajiban yang Diatur

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved