Breaking News:

Virus Corona Jabodetabek

Pasar Jaya Bakal Perketat Pengawasan di Pasar Tradisional Saat Penerapan New Normal

Pasar Tradisional Pasar Jaya saat penerapan new normal akan lebih mengawasi secara ketat sesuai protokol PSBB

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Ilustrasi -- Pelaksanaan new normal di pasar (Suasana Pasar Sukatani setelah dua hari ditutup karena virus corona) 

Pasar Jaya Bakal Perketat Pengawasan di Pasar Tradisional Saat Penerapan New Normal

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --  Perumda Pasar Jaya berencana akan melakukan peningkatan pengawasan terhadap sejumlah Pasar Tradisional Pasar Jaya saat penerapan kenormalan baru atau new normal oleh pemerintah.

Apalagi Pasar Tradisional menjadi salah satu titik yang memang lebih sulit menerapkan protokol kesehatan mulai dari physical distancing hingga pengunaan masker pembeli dan pedagang.

Atas kondisi ini Manager Umum dan Humas Pasar Jaya, Gatra Vaganza mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa tindakan-tindakan sesuai prosedur yang telah diperintahkan oleh Pemerintah.

Kebijakan New Normal Segera Dilakukan, Ivan Gunawan: Kita Harus Tetap Menjaga Diri dan Hidup Bersih

Hanya saja pada penerapan new normal yang direncanakan oleh Pemerintah kedepan, maka Pasar Jaya akan berusaha mengikuti apa yang akan di sarankan Pemerintah atas kebijakan itu.

"Terpenting adalah kita akan mengikuti apa yang di sarankan Pemerintah untuk kepentingan bersama. Ada hal-hal yang harus kita adaptasi kembali seperti wajib masker, kita akan coba lebih atur flow keluar masuk Pasar," kata Gatra Vaganza ketika dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2020).

Promo Alfamart 30-31 Mei 2020, dari Es Krim Sampai Sembako

Tak hanya itu, meski sosialisasi telah dijalankan jauh sebelumnya, bahkan ketika penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar oleh Pemerintah DKI Jakarta (PSBB Jakarta), untuk new normal tentu Pasar Jaya akan lebih memperketat pengawasan.

"Pengawasan tentu akan kita lebih perketat. Tapi prinsipnya kami terus berkoordinasi hal-hal apa yang harus kami siapkan untuk kebijakan new normal nanti," katanya.

Gatra menyebut, meski pengawasan lebih diperketat, pihaknya belum berencana akan memberikan sanksi-sanksi bagi pelanggaran kebijakan new normal.

"Kalo menurut saya terlalu prematur untuk mengatakan seperti itu karena kan kita tahu salah satunya kita mendukung pergerakan perekonomian tanpa mengindahkan faktor keselamatan, mungkin awal lebih persuasif dulu," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved