Virus Corona

Keputusan Presiden Jokowi untuk New Normal, Ali Ngabalin: Gak Mau Rakyatnya Kelaparan

Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, ada berbagai kesiapan, terutama rumah sakit untuk melakukan tes spesimen terhadap vaksin virus corona

TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, ditemui di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang mencanangkan New Normal dengan membuka transportasi umum serta pusat perbelanjaan di awal Juni 2020 mendatang memicu kekhawatiran masyarakat.

Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, ada berbagai kesiapan, terutama rumah sakit untuk melakukan tes spesimen terhadap vaksin virus corona yang beredar beberapa tahun lagi.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Ngabalin mengungkap alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk segera menerapkan tatanan kehidupan  baru atau New Normal.

Hal itu diungkapkan Ali Ngabalin saat menjadi narasumber di acara Dua Sisi tvOne pada Jumat (29/5/2020).

Penerapan Fase New Normal di Kota Bekasi Bakal Dibuka Sepenuhnya Saat PSBB Berakhir 4 Juni Nanti

Feby Febiola Baru Saja Operasi Kista Ovarium, Ini Penjelasan Dokter Katanya Tidak Ada Gejala

Ali Ngabalin menjelaskan bahwa pemerintah mengambil keputusan tersebut berdasarkan dengan banyak pertimbangan, termasuk masalah kesiapan rumah sakit.

"Yang pasti begini saya pastikan bahwa tidak mungkin satu kebijakan yang diambil oleh pemerintah itu tanpa ada pertimbangan, baik dari pertimbangan penelitian, para ahli, dan lain-lain termasuk di antaranya adalah kesiapan rumah sakit," ujar Ngabalin.

Selain itu, pemerintah juga fokus mengawasi kemampuan tes spesimen.

"Kemudian tadi survaillance-nya kekuatan seberapa jauh kemampuan pemerintah dalam melakukan tes spesimen," ungkap dia.

Presiden Joko Widodo memasuki Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020) untuk meninjau kesiapan tatanan baru kenormalan.
Presiden Joko Widodo memasuki Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020) untuk meninjau kesiapan tatanan baru kenormalan. (Biro Pers/Setpres - Muchlis Jr)

Ngabalin menjelaskan, satu di antara alasan New Normal akan segera diberlakukan lantaran vaksin juga baru bisa digunakan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kemudian juga ada hal yang paling terpenting itu, kan kita mendapatkan pengumuman informasi yang disampaikan oleh organisasi kesehatan dunia terhadap vaksin dan obat yang kemungkinan itu tidak dalam satu dua minggu atau tidak dalam satu dua bulan ditemukan."

"Tapi dua tahun sampai dua tahun delapan bulan begitu informasinya," katanya.

Sehingga, Jokowi ingin selama menunggu vaksin itu masyarakat tetap bisa produktif tanpa melupakan protokol kesehatan.

Ngabalin mengatakan, Jokowi juga tak ingin masyarakatnya kelaparan akibat ekonomi terhenti selama pandemi Covid-19.

"Artinya apa dalam keseharian kita ini bergelut dengan virus ya kan? Itu sebabnya kenapa Bapak Presiden mengatakan harus produktif dan aman."

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved