Kilas Balik

Gaya Soekarno yang Patut Ditiru: Sisipkan Agenda Penting saat Pidato Hari Raya Idul Fitri

Dengan gaya kharismatiknya suami beristri sembilan perempuan itu menyisipkan satu agenda penting yang tidak diduga para jamaah salat Id waktu itu.

Historia.id
Presiden Soekarno berpidato pada Hari Raya Idul Fitri, di lapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara, 8 Maret 1962. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Ada yang menarik ketika Presiden Soekarno menggelar salat Id di Istana beberapa tahun silam.

Dengan gaya kharismatiknya suami beristri sembilan itu menyisipkan satu agenda penting yang tidak diduga para jamaah salat Id waktu itu.

Peristiwa bersejarah itu terjadi saat Hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tahun 1962 yang jatuh pada 8 Maret.

Indonesia Pernah Bikin Heboh Dipimpin Soekarno Mau Ciptakan Perang Dunia III, Ini Kisahnya

Ditembak Sniper Berjarak 7 Meter saat Sedang Sholat, Aneh Peluru Gagal Meluncur ke Arah Soekarno

Soeharto Bertemu Dewi Soekarno Bikin Cemburu Ibu Tien, Padahal Bicarakan soal Lengser Bung Karno

Saat itu Presiden Soekarno merayakan Lebaran dengan menggelar salat Id berjamaah di lapangan antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Usai kegiatan tersebut, ribuan massa masih tetap berkumpul.

Tidak hanya rakyat biasa, berbagai duta besar negara asing juga turut hadir.

Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah, dalam acara Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.
Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser, Presiden Indonesia Soekarno, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah, dalam acara Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. (HISTORIA.ID/UN Photo/MB)

Tidak ketinggalan juru warta yang bertugas meliput. Mereka semua ingin mendengar amanat Bung Karno.

Tradisi pada hari Lebaran di Indonesia identik dengan saling bermaafan. Begitu pula dengan Bung Karno.

Dia memulai pidatonya dengan permohonan maaf.

Benarkah Soekarno Meninggal Dunia Tidak Dimakamkan Sesuai Wasiatnya? Ini Penjelasannya

Katanya, “Kepada siapapun saja yang saya kenal dan yang mengenal kepada saya. Minta dimaafi kesalahan-kesalahan saya, yang saya ketahui dan yang saya tidak ketahui."

Halaman
1234
Penulis: Andy Pribadi
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved