Viral Medsos

ART 16 Tahun Penjual Paket Sembako Bansos Sempat Tertekan Akibat Dibully Warganet

ART 16 Tahun Penjual Paket Sembako Bansos Sempat Tertekan Akibat Dibully Warganet. Simak selengkapnya dalam berita ini.

RIZKY AMANA
Novi Rahmadani (16) memberikan keterangan saat postingan menjual paket sembako bansos viral di jejaring sosmed. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Novi Rahmadani (16) tak menyangka postingan menjual paket sembako bantuan sosial (bansos) yang didapatnya berujung viral di jejaring sosial media.

Novi pun mengaku bila tanggapan tersebut membuat tekanan yang dialaminya.

Sebab, bullying lebih banyak didapatnya dari pada rasa empati akan postingan bantuan paket sembako yang dijualnya.

"Tertekan sebenarnya mau enggak dipikirkan enggak bisa. Karena omongan netizen yang menyakitkan atau salah paham gitu. Sebenarnya enggak mau dipikirkan tapi tetap saja ada yang makin buat tertekan," kata Novi saat ditemui dikediamanya kawasan Kampung Rawa Buntu, Serpong, Tangsel, Sabtu (30/5/2020).

Sempat Pamer Perut Buncit Gara-gara Makanan Lebaran Ternyata Zaskia Adya Mecca Sedang Hamil

Tak hanya di sosmed, berbagai tanggapan pun didpat Novi dari warga dilingkungan tempat ia tinggal.

Karena, postingan yang diunggahnya itu sangat cepat menyebar hingga ke warga yang bermukim di kawasan Kampung Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

"Semua warga sini tahu. Ada yang mengerti, ada yang justru menghina atau mem-bully tentang postingan itu," keluh gadis belia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu sejak usia 13 tahun.

Ia mengatakan keputusan untuk menjual bansos berupa paket sembako itu dikarenakan kebutuhan sejumlah nominal uang dari sang ibu yang berada di Semarang, Jawa Tengah.

Soal Jadwal Masuk Sekolah di Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bogor Bima Arya: Tidak Usah Terburu-Buru

Sebab, Novi merupakan tulang punggung keluarga kecilanya dikarenakan sang ibu tak lagi mampu bekerja usai penyakit strok yang dideritanya semakin menjadi.

Ditambah, Novi merupakan anak semata wayang yang sudah tidak dirawat oleh sang ayah sejak berusia 4 tahun.

Lantas, kepurusan menjual paket sembako bansos menjadi jalan satu-satunya untuk tetap dapat membiayai sang ibu yang sedang sakit.

"Karena memang orang tua saya sakit. Jadi yang mencari nafkah aku, karena aku anak satu-satunya. Sudah bertahun-tahun yang lalu dari aku masih sekolah. Pertama sakit masih bisa kerja, sampai sekarang sudah benar-benar enggak bisa kerja," tandasnya. (m23)

Masih Ada Pedagang yang Berjualan di Pasar Asemka

Penulis: Rizki Amana
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved