Virus Corona

Wali Kota Gelar Strategi untuk Atasi Penularan Covid-19 di Kota Surabaya Berakhir, Ini Tahapannya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak ingin Kota Surabaya serupa dengan Wuhan di China yang ditenggelamkan oleh serangan wabah Virus Corona

TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma ketika memberikan penjelasan soal kasus virus Corona Covid-19 di Surabaya. 

WARTAKOTALIVE.COM, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak ingin Kota Surabaya serupa dengan Wuhan di China yang ditenggelamkan oleh serangan wabah Virus Corona atau Covid-19.

Karena itulah Wali Kota Risma segera menggelar dua skenario besar untuk menghindari Kota Surabaya diberi julukan Wuhan Kedua, karena jumlah penularan Covid-19 yang melonjak dasyat itu.

Dua skenario besar untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan tersebut adalah melakukan rapid test dan swab test besar-besaran.

 Ngeri, Surabaya Dikhawatirkan Jadi Wuhan karena Covid-19 Melonjak, Joni: Jika Warga Tak Disiplin

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tribun jatim/yusron naufal)

Wali Kota Risma mengatakan skenario itu memang disiapkan agar segera memutus rantai penyebaran Virus Corona dan mengakhiri wabah ini.

Dua skenario itu sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Namun, kali ini Risma akan melakukan besar-besaran agar penyebaran Covid-19 terputus.

Sebab, orang yang terpapar harus segera ditemukan untuk segera ditangani dan mencegah penularan.

"Iya ini untuk memutus (mata rantai penyebaran)," kata Risma saat ditemui Kamis (28/5/2020).

Update Virus Corona di Surabaya dan Jatim 28 Mei 2020, Jatim tambah 171
Update Virus Corona di Surabaya dan Jatim 28 Mei 2020, Jatim tambah 171 (Covid19.go.id)

Upaya itu memang telah dilakukan Pemkot Surabaya sejak beberapa waktu lalu.

Sejak sebulan terakhir, rapid test massal digencarkan dan menyasar warga Surabaya.

Dari data yang dilansir Pemkot hingga 25 Mei 2020, rapid test sudah dilakukan sebanyak 21.203 dan ditemukan sekitar 2.080 orang yang reaktif.

Mengapa Lebih Banyak Lelaki yang Meninggal Akibat Corona Dibanding Perempuan, Ternyata Ini Alasannya

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved