Berita Video
VIDEO: Polisi Fokus Dua Sektor Pengamanan New Normal
Dari hasil rapat kata Yusri ada dua sektor utama yang akan diawasi ketat pihaknya yakni sektor ekonomi dan sektor moda transportasi.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
WARTA KOTA, SEMANGGI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat pembahasan internal bersama TNI dalam menghadapi pelaksanaan new normal atau normal baru yang akan ditetapkan di wilayah hukum Polda Metrro Jaya.
Dari hasil rapat kata Yusri ada dua sektor utama yang akan diawasi ketat pihaknya yakni sektor ekonomi dan sektor moda transportasi.
"Dari rapat itu ditetapkan bahwa akan kami bangun pos bersama di setiap titik pengawasan. Selain itu di 11 Polres, Kodim dan wilayah yang akan kita awasi dan amankan di bawah Polda Metro Jaya akan ada pos bersama antara Polri dan TNI," kata dia.
Untuk pola pengamanan kata Yusri pihaknya bersama TNI akan memeriksa dan mengawasi warga akan mentaati protokol kesehatan yang ada.
"Pola pengamanannya, bahwa warga yang ada di setiap titik yang diawasi, akan diperiksa thermo gun sebelum masuk. Lalu mesti pakai masker dan cuci tangan atau pakai hand sanitizer yang disediakan, ssrta kami memastikan physical distancing saat dalam area," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5/2020).
Dari sana kata Yusri, pihaknya akan melakukan peneguran secara humanis dan persuasif serta edukatif kepada masyarakat yang dinilai melanggar dan tidak mengedepankan protokol kesehatan.
"Kita berikan pemahaman bahwa saat ini harus ada perubahan perilaku pola hidup di dalam setiap aktivitas masyarakat di manapun selama pandemic covid-19 ini.
Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Yusri.
Jika ada masyarakat yang tetap membandel kata dia pihaknya bisa menerapkan Undang-undang Karantina Kesehatan dengan sanksi ancaman 1 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta. "Tapi itu adalah jalan terakhir. Kita lebih kedepankan upaya Humanis, persuasif dan edukatif agar masyarakat mau menjalani pola hidup baru sesuai protokol kesehatan, dalam new normal ini," kata Yusri.
Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik di Jakarta yang akan diawasi saat penerapan new normal atau normal baru dilaksanakan di Jakarta.
"Bersama beberapa pihak kami tengah merancang dimana saja atau lokasi-lokasi mana yang akan dijadikan titik pengawasan saat new normal diberlakukan," kata Yusri saat dikonfirmasi Jumat (29/5/2020).
Selain itu katanya pihaknya juga menghitung jumlah personel yang dibutuhkan bersama TNI.
"Karena memang yang dikedepankan adalah TNI-Polri untuk mengawasi kegiatan tersebut,” katanya.
Menurut Yusri, titik atau lokasi pengawasan yang dijaga diutamakan adalah sektor ekonomi dan sektor transportasi.
"Ada dua sektor yang akan dijadikan pengawasan utama kita. Pertama sektor ekonomi, seperti pasar tradisional dan pasar modern. Lalu sektor transportasi seperti stasiun, terminal dan lainnya," kata Yusri.
Di luar itu kata dia, beberapa sektor lainnya juga turut menjadi perhatian aparat keamanan dan juga akan diawasi.
Namun kata, Yusri untuk penerapan teknis, pihaknya masih menunggu arahan lebih jauh dari Gugus Tugas Covid-19 terkait penerapan New Normal.
"Bersama TNI kami menyiapkan skenarionya di wilayah hukum Polda Metro. Tapi pada satu sisi pelaksanaannya itu, masih menunggu Gugus Tugas. PSBB kan masih diberlakukan, kami masih menunggu. Jadi sementara ini yang sudah berjalan kami amankan, yang belum kami menunggu keputusan," paparnya.
Sebelumnya Yusri menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 3.987 personelnya untuk dikerahkan dalam pengawasan pendisiplinan protokol kesehatan di masa new normal atau normal baru yang akan diterapkan di DKI Jakarta.
Meski begitu jumlah personel dari kepolisian itu masih fleksibel dan bisa bertambah atau berkurang, tergantung hasil pembahasan di jajaran pihaknya, Kamis (27/5/2020) serta petunjuk teknis dari Pemprov DKI.
"Untuk sementara personel yang kita siapkan ada 3.987. Tapi jumlah ini belum pasti, tergantung petunjuk pelaksanaan teknis dari provinsi dan hasil pembahasan di internal," katanya.
Dari sana kata dia akan diketahui jumlah personel yang dibutuhkan termasuk personel dari TNI.
Intinya kata Yusri, Polda Metro Jaya siap melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan pada masyarakat guna menyongsong masa normal baru di tengah pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.
Meskipun pembahasan persiapan atas hal itu baru akan dilakukan Polda Metro Jaya, Kamis (27/5/2020) bersama instansi terkait. Selain itu Polda Metro Jaya juga masih menunggu petunjuk dan mekanisme pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan dari Pemprov DKI.
Menurutnya, TNI-Polri akan mengawasi sejumlah ruang publik dan melakukan peneguran dengan persuasif serta humanis untuk mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin menjalankan pendisiplinan protokol kesehatan.
Pengawasan petugas katanya antara lain memastikan warga mengenakan masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan selama normal baru di tengah pandemi Covid-19.
"Intinya pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, yang akan kita pantau dan awasi. Jadi supaya masyarakat terbiasa physical distancing, menggunakan masker, sampai cuci tangan. Kita awasi mereka dan tegur secara persuasif dan humanis. Intinya arahnya ke sana," kata Yusri, Rabu (27/5/2020)
Ia mencontohkan nantinya jika di ruang publik ada masyarakat yang berkumpul dan berkelompok terlalu dekat, apalagi ada yang tidak mengenakan masker maka Polri dan TNI akan mengingatkan mereka.
"Kami TNI-Polri akan datangi dan kasih tahu agar menjaga jarak dan pakai masker. Kami akan lakukan persuasif dan humanis dan memberi edukasi kepada masyarakat," kata Yusri.
Yusri memastikan pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah ini. "Bahkan personel yang akan diplotting di titik mana yang ditetapkan, sudah kami siapkan," katanya.
Terkait mekanisme pelaksanaan dan cara bertindak Yusri mengaku masih menunggu dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami masih menunggu bagaimana petunjuk pelaksanaannya dari Pemprov DKI sebagai ketua gugus tugas percepatan penanganan. Termasuk mana titik-titik yang sudah siap dibuka. Tapi dalam hal ini Polda Metro sudah siap dan personel sudah kita siapkan bersama teman-teman TNI," kata dia.
Yusri menambahkan, Polda Metro juga masih menunggu bagaimana cara bertindak dan penerapan sanksinya.
"Termasuk cara bertindak yang semuanya akan ada dalam aturannya. Intinya Polda Metro siap mendukung kebijakan pemerintah. Tapi bagaimana teknisnya di lapangan kita masih menunggu dari provinsi. Misalnya mana titik-titik yang siap untuk dibuka, kita akan siapkan personel di sana," katanya.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kabid-humas-polda-metro-jaya-kombes-yusri-yunus-1352020.jpg)