Breaking News:

Pencemaran Lingkungan

TPA Cipeucang Cemari Udara dan Sungai Masyarakat Serpong dan Setu Menderita

Pencemaran udara akibat bau sampah menyengat yang dihasilkan TPA Cipeucang menjadi sorotan utama bagi anggota DPRD Kota Tangsel.

Alija Berlian Fani
Tumpukan kantong sampah di sekitaran pintu masuk TPA Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (11/9/2017) 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) longsor.

Namun, hal tersebut tak menjadi sorotan utama bagi anggota DPRD Kota Tangsel Fraksi Partai Gerindra, Zulfa Sungki Setiawaty.

Justru permasalahan pencemaran udara akibat bau sampah menyengat yang dihasilkan TPA Cipeucang menjadi sorotan utama bagi anggota DPRD Kota Tangsel daerah pemilihan (dapil) Serpong dan Setu tersebut

Ini Jadwal Pendaftaran PPDB Tingkat TK, SD, Dan SMP Negeri Kota Tangsel

Dapat Pesanan Rp 500 Ribu, Ternyata Orderan Fiktif, Anggota Polda Banten Patungan untuk Driver Ojol

Mantan Kiper PSMS Medan Sarankan Pembahasan Liga 1 2020 Agar Libatkan Seluruh Klub Peserta

Jadi Calon Tunggal, Mantan Dirut Merpati Airlines Jadi Bos Transjakarta

"Saat wabah covid-19 ini fokus kita adalah masalah kesehatan masyarakat, jangan tambah lagi beban kesehatan nasyarakat Serpong dan Setu dengan polusi udara dari TPA Cipeucang," kata Zulfa dalam keterangannya, Tangsel, Jumat (29/5/2020).

"Polisi udara yang mereka dapat bukan hanya ketika dinding penahan sampah itu longsor, tapi sudah tahunan sejak TPA Cipeucang di operasikan sebagai tempat pembuangan sampah," sambungnya.

Zulfa menuturkan bila masalah polusi udara bagi warga yang bermukim disekitar kawasan TPA Cipeucang menjadi permasalahan utama.

Ditambah, lokasi TPA yang bersinggungan langsung dengan daerah aliran sungai (DAS) Cisadane yang menjadi sumber air bagi masyarakat Tangsel.

"Bagi saya kesehatan masyarakat itu yang utama. Masayarakat Serpong dan Setu berhak atas udara yang sehat tidak berbau dan Sungai Cisadane sebagai sumber air bagi masyatakat di wilayah Tangerang Raya mutlak harus bebas dari limbah baik dari sampah maupun limbah industri demi menjamin tersedianya air bersih," jelas Zulfa.

Ia pun memastikan wacana segelintir kelompok akan perluasan kawasan TPA itu dinilai sebagai langkah yang tidak tepat.

Pasalnya, ia menuding wacana tersebut tidak didasari oleh kajian akan polusi udara yang tercemar akibat kehadiran TPA Cipeucang.

Halaman
123
Penulis: Rizki Amana
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved