Breaking News:

Info Transjakarta

Ditunjuk Anies Jadi Dirut Transjakarta, Ini Segudang Pengalaman Sardjono Jhony Tjitrokusumo

Sardjono Jhony Tjitrokusumo memiliki segudang pengalaman di bidang transportasi, khususnya transportasi udara.

tra
Sardjono Jhony Tjitrokusumo Dirut Transjakarta yang baru saja dilantik oleh Gubernur DKI Jakarta, Jumat (29/5/2020). 

Pasalnya diketahui Donny memiliki riwayat dalam kasus penipuan.

 Anak dari Tenaga Medis yang Meninggal Karena Covid-19, Bisa Masuk SMA Negeri Tanpa Seleksi

 Peringati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni Libur Nasional, Upacara Tetap Digelar

Yoga Adiwinarto pun ditunjuk menjadi Plt Dirut PT Transjakarta.

Namun, kini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menunjuk kembali posisi Dirut Transjakarta.

Dilansir dari Kompas.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjuk Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Sardjono merupakan mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, salah satu badan usaha milik negara (BUMN).

Sekretaris Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Jakarta Riyadi mengatakan, Sardjono ditetapkan sebagai dirut PT Transjakarta dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Rabu (27/5/2020).

"Keputusan RUPS-nya ditandatangani tanggal 27 Mei 2020," ujar Riyadi saat dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Riyadi menyampaikan, Sardjono ditunjuk menjadi Dirut PT Transjakarta karena memiliki pengalaman dalam bisnis transportasi.

Dengan pengalamannya itu, Sardjono ditargetkan bisa meningkatkan kualitas layanan Transjakarta dan mempercepat integrasi transportasi umum di Ibu Kota melalui program Jak Lingko.

"Pak Jhony punya kompetensi dan pengalaman di bisnis transportasi. Pak Jhony pernah menjadi CEO Merpati dan pernah juga menjadi Direktur di Angkasa Pura I," kata Riyadi.

 Cerita Novel Baswedan ka Aa Gym, Ditemui Anak Muda yang Bilang,Saya tidak Kasihan dengan Pak Novel

 Warga di Kelurahan Tanjung Priok Ramai-Ramai Tolak Paket Bansos Pemprov DKI, ini Alasannya

 3 SKPD Pemprov DKI ini tidak Tangani Pandemi Corona, Tapi dapat TKD Penuh, DPRD: Gubernur harus Adil

Sardjono diangkat menjadi dirut PT Transjakarta setelah jabatan itu kosong sejak 27 Januari 2020.

Dia menggantikan dirut sebelumnya, Donny Andy S Saragih, yang dicopot karena berstatus terpidana kasus pemerasan.

Catatan Kompas.com, Sardjono menjabat Dirut Merpati mulai 27 Mei 2010. Namun, dia dicopot dari jabatannya itu pada Mei 2012.

Sebelum bergabung dengan maskapai penerbangan "pelat merah" tersebut, Jhonny merupakan pilot senior di Etihad.

Tidak Independen

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menyoroti payung hukum yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pengangkatan dan pemberhentian direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dasar hukum berupa Peraturan Gubernur DKI Nomor 5 tahun 2018 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi BUMD dan Perusahaan Patungan, ini dituding bisa menjadi celah gubernur dalam menyelipkan orang terdekatnya untuk mendapati posisi tertentu di BUMD.

Puluhan pegawai magang PT TransJakarta melakukan aksi di depan kantor PT TransJakarta, Senin (27/1/2020). Mereka menuntut janji PT TransJakarta yang akan mengangkat sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Puluhan pegawai magang PT TransJakarta melakukan aksi di depan kantor PT TransJakarta, Senin (27/1/2020). Mereka menuntut janji PT TransJakarta yang akan mengangkat sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). (Istimewa)

"Gubernur bisa memanfaatkan Pergub ini untuk mengangkat orang-orang dekat dan membuat tim seleksi menjadi tidak independen," kata Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari pada Selasa (28/1/2020).

 Fraksi PSI Menilai Terpidana Jadi Dirut Transjakarta Suatu Kemunduran BUMD

 PT TransJakarta Sebut Tak Pernah Menjanjikan Angkat Pegawai Magang Jadi Karyawan

Eneng mengatakan, pada Pasal 5 huruf F di aturan itu menjelaskan gubernur dapat mengusulkan calon direksi BUMD.

Berbeda dengan Pergub sebelumnya, saat itu guberbur tidak berwenang untuk mengusulkan calon direksi.

"Salah satu contohnya, sebelum persoalan di Transjakarta ada anggota TGUPP (Achmad Izzul Waro) yang diangkat menjadi direksi (Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta). Oleh karena itu, Pergub ini harus direvisi," ujar Eneng.

Pemprov DKI Jakarta membatalkan pengangkatan Donny Andy Saragih sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mulai Senin (27/1/2020) siang. Hal ini disebabkan karena Donny diduga masih menjadi narapidana kasus penipuan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 Viral Gubernur Anies Disebut Nebeng Baksos Bagi-bagi Telur, Lions Club Sebut Tidak Ada Politis

Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Faisal Syafruddin mengatakan, pembatalan ini dilakukan karena Donny Saragih, yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (2017-2022), terbukti telah menyatakan hal yang tidak benar untuk kepentingannya dalam mengikuti proses seleksi sebagai direksi BUMD.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD dan Peraturan Gubernur Nomor 5 tahun 2018 bahwa tiap calon direksi harus mengikuti Uji Kompetensi dan Keahlian dan harus terbukti ‘Cakap Melakukan Perbuatan Hukum’ dengan membuat Surat Pernyataan Cakap Melakukan Perbuatan Hukum.

 Gugat Cerai Suami ke Pengadilan, Ini Salah Satu Alasan Penyebab Kisruh Pernikahan Jenita Janet

"Donny Andy S. Saragih dibatalkan dari penunjukannya sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) pada Senin 27 Januari 2020. Keputusan itu diambil melalui mekanisme keputusan para pemegang saham di luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Transjakarta merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Faisal berdasarkan keterangannya pada Senin (27/1/2020). 

Seleksi Pejabat Buruk

Sebelumnya, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta menilai pengangkatan Donny Andy Saragih jadi Dirut  PT Transjakarta menunjukkan buruknya mekanisme seleksi direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Soalnya Donny Andy Saragih terpidana kasus penipuan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

 Gadis yang Coba Bunuh Diri Sudah Kembali ke Pelukan Keluarganya, Ada Riwayat Depresi

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harusnya jeli dalam menyeleksi kandidat direksi sebelum dilantik.

Caranya dengan melihat rekam jejak pribadi dan pekerjaannya dengan detail.

 Dijanjikan Bakal Diangkat Jadi PKWT, Ribuan Pegawai Transjakarta Diputus Kontrak Sepihak

Eneng menduga, hal ini bisa terjadi karena dua kemungkinan, pertama tim seleksi telah menjalankan pemeriksaan latar belakang yang bersangkutan namun tidak terdeteksi.

Kedua, tim memang tidak melakukan pengecekan terhadap latar belakang yang bersangkutan.

“Tapi kok rasanya tidak mungkin kalau tim tidak mampu mendeteksi latar belakang yang bersangkutan,” kata Eneng berdasarkan keterangannya pada Selasa (28/1/2020).

 Digerebek Satpol PP Tengah Berduaan di Kamar Hotel, Desi: Saya Lagi Sakit, Mana Mungkin Begituan

Hal itu dikatakan Eneng karena persoalan tersebut masih di proses di hukum dengan tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Oleh karena itu, kata dia, seharusnya tidak sulit bagi tim seleksi untuk mendapatkan informasi mengenai persoalan hukum yang sedang dijalani Donny.

“Padahal background check itu hukumnya wajib. Jika ini yang terjadi, maka perlu dipertanyakan, mengapa tim seleksi bisa ceroboh,” jelasnya.

 Pegawai Magang Gelar Aksi di Kantor PT TransJakarta, Tuntut Janji Diangkat sebagai PKWT

Eneng berpendapat, agar bisa bekerja maksimal, tim seleksi harus diisi oleh orang yang kompeten dan memiliki jaringan yang luas.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa tim seleksi harus bekerja secara independen.

“Independensi ini sangat penting agar tim seleksi bisa bekerja optimal. Jangan sampai ada tekanan-tekanan dari pihak-pihak lain, lalu tim seleksi merasa terbebani harus meloloskan calon tertentu. Akibatnya, tim seleksi tidak menjalankan kewajiban background check,” jelasnya. 

Wicaksono Mundur

Seperti diketahui, Agung Wicaksono mundur selaku Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Dia kemudian digantikan oleh Donny Andy S Saragih, Wakil ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta.

Terlepas dari alasan pribadi yang disampaikannya, pengunduran diri Agung menambah daftar penjang pejabat DKI yang mundur di era Gubernur Anies Baswedan.

 Mensesneg Minta Revitalisasi Monas Disetop, Ketua DPRD DKI: Potong Pohon Tuh Ada Aturannya Loh

Agung Wicaksono diangkat sebagai Direktur Utama PT Transjakarta pada 29 Oktober 2018.

Agung sebelumnya merupakan Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT Mass Rapid Transit (MRT). Penunjukkan itu sekaligus menggantikan Budi Kaliwono yang dicopot dari jabatan Dirut Transjakarta.

Dalam surat pamitnya ia menulis alasan mengunduran diri, antara lain sebagai berikut.

Terima kasih Gubernur DKI Jakarta Bapak Integrasi Transportasi Anies Rasyid Baswedan, telah mengijinkan saya mengundurkan diri karena alasan pribadi untuk kebutuhan keluarga saya.

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved