Berita Internasional

China Sebut AS Biadab, Tak Masuk Akal, Tak Punya Malu Atas Keputusan Cabut Status Khusus Hong Kong

Terbaru adalah keputusan AS yang menganggap Hong Kong bukan lagi daerah otonom sehingga perlakuan negeri paman Sam itu akan berbeda.

Bambang Putranto
Kapal pesiar di marina Hong Kong, menunjukkan sisi lain dari kemakmuran Hong Kong yang menjadi pusat ekonomi Asia sejak era 1970-an. Kini masa depan Hong Kong di bawah China terancam. AS cabut status khusus negeri tersebut 

WARTAKOTALIVE.COM, HONG KONG -- Perseteruan antara pemerintah China vs AS akhirnya berimbas ke Hong Kong, negeri yang semula di bawah Inggris kini beralih ke China.

Terbaru adalah keputusan AS yang menganggap Hong Kong bukan lagi daerah otonom sehingga perlakuan negeri paman Sam itu akan berbeda.

China terkejut dengan keputusan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Mengapa Hong Kong Bergolak Kembali? Begini Pangkal Soalnya

Unjuk Rasa dan Gas Air Mata Pecah Lagi di Hong Kong, Tuntutannya Masih Sama Cabut UU Keamanan China

Pihak China menganggap mencabut status khusus Hong Kong atas kekhawatiran kebebasan yang terkekang adalah tindakan "paling biadab".

"Ini yang paling biadab, paling tidak masuk akal, dan paling tidak tahu malu," kata Kantor Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong, Kamis (28/5), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Di bawah undang-undang yang Kongres AS sahkan tahun lalu, yang bertujuan mendukung gerakan pro-demokrasi Hong Kong, Pemerintah AS harus menyatakan Hong Kong masih menikmati kebebasan yang China janjikan ketika bernegosiasi dengan Inggris untuk mengambil kembali koloni itu.

Tiktok Raup Untung Gila-gilaan, AS Ketar-Ketir, Ini Persyaratan untuk Magang di Tiktok Indonesia

Keputusan Washington pada Rabu (27/5) yang mencabut status khusus Hong Kong, itu berarti pusat keuangan tersebut bisa kehilangan hak perdagangan termasuk tarif lebih rendah dengan AS.

Menurut David Stilwell, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri untuk Asia Timur, Presiden AS Donald Trump pada akhirnya akan memutuskan tindakan yang harus dia ambil atas Hong Kong.

Tapi, dia menegaskan, negeri uak Sam tidak ingin melukai rakyat Hong Kong. "Keputusan ini dibuat oleh pemerintah di Beijing, dan bukan oleh AS," ujarnya kepada wartawan seperti dilansir Channelnewsasia.com.

Politik Malaysia Kian Memanas, Mahathir Dipecat dari Partai yang Didirikannya, Raja Prihatin

Kongres Rakyat Nasional atau Parlemen China dengan lebih dari 2.800 anggota pada Kamis (28/5) menyetujui Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong, yang akan menghukum pemisahan diri, subversi kekuasaan negara, terorisme, dan tindakan yang membahayakan keamanan nasional.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved