Berita Internasional

Cerita Lengkap Honor Killings Menimpa Romina Ashrafi dan 5 Kasus Serupa Paling Sadis di Dunia

Istilah Honor Killings atau pembunuhan demi kehormatan keluarga tengah populer. Romina Ashrafi (14) dibunuh ayahnya dengan alasan demi kehormatan

Redes sociales
Romina Ashrafi dipenggal ayahnya menggunakan senjata tajam di rumah keluarganya di Hovigh, Talesh County, sebagai bentuk hukuman yang dikenal sebagai honor kilings atau 'pembunuhan demi kehormatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Istilah Honor Killings atau pembunuhan demi kehormatan keluarga tengah populer.

Istilah itu muncul setelah seorang ayah yang dituduh membunuh putrinya karena hendak menikah dengan pria 35 tahun ditangkap di Iran.

Pembunuhan gadis 14 tahun itu langsung memicu kemarahan besar secara luas di kalangan publik Iran.

Publik Iran Marah Terhadap Kasus Pembunuhan demi Kehormatan Keluarga yang Menimpa Gadis 14 Tahun

Begini Tanggapan Bek Persib Bandung Nick Kuipers Soal New Normal di Indonesia

Romina Ashrafi melarikan diri dari rumah di provinsi Gilan dengan pacarnya, karena ayahnya keberatan dengan pernikahan mereka.

Sepasang kekasih itu ditemukan oleh polisi. Romina lalu dipulangkan ke rumah, meski dia mengatakan nyawanya terancam jika pulang.

Kemudian Kamis malam (21/5/2020) dia diduga dibunuh oleh ayahnya sendiri saat sedang tidur di kamar.

Romina Ashrafi umur 14 tahun dibunuh ayahnya karena dianggap merusak kehormatan keluarga
Romina Ashrafi dibunuh ayahnya karena dianggap merusak kehormatan keluarga (Tweeter/SCMP)

Kantor berita Gilkhabar.ir melaporkan, Romina "dipenggal" dengan sabit lalu ayahnya berjalan ke luar rumah bersama sabit itu dan mengakui perbuatannya.

UTBK-SBMPTN 2020 Dimulai 2 Juni, yang Tertarik ke IPB Ini 20 Jurusan Paling Diminati

Lalu pada Rabu (27/5/2020) sejumlah surat kabar nasional Iran menempatkan kasus pembunuhan Romina di halaman depan.

"Rumah ayah tidak aman," tulis judul sebuah headline di Ebtkar, media pro-reformasi.

Media itu menyoroti kegagalan undang-undang yang ada untuk melindungi perempuan dan anak perempuan.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved