Virus Corona

Begini Pola Pengamanan TNI-Polri Saat Penerapan New Normal

Untuk pola pengamanan kata Yusri pihaknya bersama TNI akan memeriksa dan mengawasi warga untuk mentaati protokol kesehatan yang ada.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat pembahasan internal bersama TNI dalam menghadapi pelaksanaan new normal atau normal baru yang akan ditetapkan di wilayah hukum Polda Metrro Jaya.

Dari hasil rapat katq Yusri ada dua sektor utama yang akan diawasi ketat pihaknya yakni sektor ekonomi dan sektor moda transportasi.

"Dari rapat itu ditetapkan bahwa akan kami bangun pos bersama di setiap titik pengawasan. Selain itu di 11 Polres, Kodim dan wilayah yang akan kita awasi dan amankan di bawah Polda Metro Jaya akan ada pos bersama antara Polri dan TNI," kata dia.

Untuk pola pengamanan kata Yusri pihaknya bersama TNI akan memeriksa dan mengawasi warga untuk  mentaati protokol kesehatan yang ada.

Anggota DPR dari PKS, Anis Byarwati, Tak Ingin New Normal Buat Pemulihan Ekonomi Jadi Lama

"Pola pengamanannya, bahwa warga yang ada di setiap titik yang diawasi, akan diperiksa thermo gun sebelum masuk. Lalu mesti pakai masker dan cuci tangan atau pakai hand sanitizer yang disediakan, serta kami memastikan physical distancing saat dalam area," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (29/5/2020).

Dari sana kata Yusri, pihaknya akan melakukan peneguran secara humanis dan persuasif serta edukatif kepada masyarakat yang dinilai melanggar dan tidak mengedepankan protokol kesehatan.

"Kita berikan pemahaman bahwa saat ini harus ada perubahan perilaku pola hidup di dalam setiap aktivitas masyarakat di manapun selama pandemic covid-19 ini. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata Yusri.

Sambut New Normal, Maia Estianty Ajak Keluarga Patuhi Anjuran Pemerintah Cegah Covid-19

Jika ada masyarakat yang tetap membandel kata dia pihaknya bisa menerapkan Undang-undang Karantina Kesehatan dengan sanksi ancaman 1 tahun penjara dan denda Rp 100 Juta.

"Tapi itu adalah jalan terakhir. Kita lebih kedepankan upaya Humanis, persuasif dan edukatif agar masyarakat mau menjalani pola hidup baru sesuai protokol kesehatan, dalam new normal ini," kata Yusri.

Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik di Jakarta yang akan diawasi saat penerapan new normal atau normal baru dilaksanakan di Jakarta.

Pengelola Mal dan Pasar di Jakarta Utara Diminta Siaga Jelang Penerapan New Normal

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved