Breaking News:

Seleksi Masuk SMA

Anak dari Tenaga Medis yang Meninggal Karena Covid-19, Bisa Masuk SMA Negeri Tanpa Seleksi

"Untuk anak tenaga medis yang meninggal tidak ada kuota khusus, tidak ada seleksi, langsung di terima. Daftar melalui jalur Afirmasi," kata Mukhlis.

Wahyu Tri Laksono
(Ilustrasi) Sejumlah siswa SMAN 112 antusias ikuti acara Career Day di Sekolahnya, Sabtu (20/12/2014). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak tenaga medis yang meninggal karena Covid-19 bisa masuk SMA Negeri di Jakarta tanpa seleksi.

Tidak ada kuota dalam menerima anak tenaga medis yang meninggal karena Covid-19.

Salah satunya di SMAN 112 Jakarta, Jalan Pesanggrahan, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 112 Jakarta Mukhlis.

Kata Mukhlis, di tahun ini, pihaknya mendapatkan intruksi dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menambah jalur afirmasi.

 Cerita Novel Baswedan ka Aa Gym, Ditemui Anak Muda yang Bilang,Saya tidak Kasihan dengan Pak Novel

 Warga di Kelurahan Tanjung Priok Ramai-Ramai Tolak Paket Bansos Pemprov DKI, ini Alasannya

 3 SKPD Pemprov DKI ini tidak Tangani Pandemi Corona, Tapi dapat TKD Penuh, DPRD: Gubernur harus Adil

Selain anak panti dan anak pembinaan olahraga, kini anak tenaga medis yang meninggal karena terpapar Covid-19 juga dipersilakan ikut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 112 Jakarta.

"Untuk anak tenaga medis yang meninggal tidak ada kuota khusus, tidak ada seleksi, langsung di terima. Daftar melalui jalur Afirmasi," kata Mukhlis dikonfirmasi Jumat (29/5/2020).

Sehingga syarat mutlak jalur tersebut ialah, calon siswa tersebut merupakan anak tenaga medis yang ayah atau ibunya meninggal karena terpapar Covid-19.

Pendaftaran akan dilakukan lewat daring untuk seluruh jalur PPDB. Pembukaan pendaftaran dibuka mulai 15 Juni 2020 mendatang.

"Untuk pendaftaran jalur afirmasi anak tenaga medis Covid-19 dibuka 15 sampai 16 Juni 2020," jelas Mukhlis.

Pengumuman penerimaan akan berlangsung (16/6/2020).

 Total 2.900 Kendaraan Diputarbalikkan Akibat tidak Punya SIKM

 Jalani Sidang Perdana, Lucinta Luna Mengaku Dikasih Tiga Butir Ekstasi dari Wanita tidak Dikenal

"Kami siap memfasilitasi anak-anak para Pejuang Kesehatan tersebut agar bisa menjadi bagian dari keluarga SMA Negeri 112," tandas Mukhlis.

Diberitakan sebelumnya anak tenaga medis yang menangani Covid-19 diberi kesempatan agar bisa masuk SMA Negeri favoritnya.

Misalnya saja di SMA Negeri 112 Jakarta. Anak tenaga medis yang meninggal karena penanganan Covid-19 dapat masuk ke SMA Negeri 112 Jakarta tanpa mengikuti seleksi. (m24)

Penulis: Desy Selviany
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved