virus corona

1 Orang Positif Corona Tulari 11 Orang Lainnya di Semarang, Pelacakan Serius Kini Dilakukan

Dari yang kita temukan awal, dalam proses tracking yang dilakukan, 1 penderita di sana kontak erat dengan lainnya hinnga tulari 11 orang lainnya

Wartakotalive.com
ilustrasi virus corona atau Covid-19. Di semarang 1 pengidap corona bisa tulari 11 orang lainnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMARANG -- Angka ODP (Orang Dalam Pantauan) Covid-19 di Kota Semarang meningkat tajam dalam lima hari terakhir.

Jika pada tanggal 25 Mei 2020 ODP di Kota Semarang tercatat sebanyak 148 orang, hingga tanggal 29 Mei 2020 jumlah ODP bertambah mencapai 200 orang.

Naiknya jumlah ODP di Kota Semarang tersebut tentu saja dipengaruhi oleh jumlah orang positif Covid-19 yang juga melonjak bebera hari kebelakang ini.

UPDATE Covid-19 Kota Depok, Pasien Sembuh Bertambah 17 Menjadi 214 Orang, 551 Positif, 30 Meninggal

Bagikan Masker, Sabun, dan Cairan Disinfektan, PMI Bantu Rumah Ibadah dan Sekolah Hadapi New Normal

Untuk itu Pemerintah Kota Semarang pun berupaya untuk memaksimalkan pelacakan orang yang kontak fisik dengan penderita, untuk dapat menekan penyebaran Covid-19.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mencontohkan pelacakan yang dilakukan salah satunya terhadap kasus Covid-19 di Pasar Rejomulyo lama Kota Semarang, atau yang biasa disebut Pasar Kobong.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Ambaranie Nadia K.M)

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan, sebelumnya, klaster Pasar Kobong Semarang temuan delapan kasus reaktif dari rapid test yang dilakukan.

Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Massal, Donald Trump Kerahkan Pasukan Pengawal Nasional

Kemudian Pemerintah Kota Semarang berupaya melakukan pelacakan, hasilnya didapati, bahwa orang di sekitarnya, yakni keluarga dan tetangganya terkena Covid-19.

"Jadi kita tracking itu, siapa saja pedagang yang waktu itu positif, mereka ketemu dengan siapa saja? Entah itu dengan keluarganya, yang lebih ironis ada keluarga di Pedurungan yang bapaknya pedagang di Pasar Kobong, istrinya positif, anaknya positif, beberapa tetangganya positif," ujar Hendi.

"Iya bisa lewat droplet seseorang yang menderita COVID-19, atau juga lewat tangan yang tidak terjaga kebersihan, lalu menggunakan uang untuk transaksi dari situ juga bisa menyebar," tekan Wali Kota Semarang tersebut.

Kiper Bali United Wawan Hendrawan Blak-blakan Soal Julukan Spiderwan dan Lord Wawan

Untuk itu Hendi pun mengharapkan agar masyarakat tidak menyepelekan SOP Kesehatan, karena bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga membahayakan sekelilingnya.

Halaman
12
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved