Breaking News:

Liga 1

PSSI Jawa Barat Khawatir Jika Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Digelar Secara Gegabah

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Delif Subaeki, turut bersuara terkait nasib kelanjutan Kompetisi Liga 1 dan 2 2020.

Twitter @baliutd
Para pemain Bali United rayakan gol ke gawang Madura United. Hasil akhir Bali United menang 3-1 atas Madura United. Raihan 3 poin membuat Bali United merasakan kembali puncak klasemen Liga 1 

Wartakotalive.com, Bogor - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Asprov Jawa Barat, Delif Subaeki, turut bersuara terkait nasib kelanjutan Kompetisi Liga 1 dan 2 2020. Menurutnya, tidak bisa gegabah menggelar pertandingan sepak bola saat ini.

Delif menjelaskan bahwa saat ini masih banyak warga yang melanggar peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Sementara, angka penyebaran virus corona terus bertambah tiap hari.

Skuat Persik Kediri saat berlaga di ajang Liga 1 2020.
Skuat Persik Kediri saat berlaga di ajang Liga 1 2020. (Dok: Liga Indonesia Baru)

Delif pun memberikan masukan apabila Kompetisi tersebut akan tetap diselenggarakan, maka seluruh peraturan yang menyangkut kesehatan dan keselamatan harus diperketat.

"Masih tingginya tingkat penularan dan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menaati protokol kesehatan Covid-19, maka digulirkannya kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 seperti semula tentu saja sangat membahayakan," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (28/5).

"Memungkinkan kompetisi digulirkan kembali dengan syarat tanpa penonton dan dengan penerapan ketat protokol kesehatan," tambahnya.

Selain itu, Delif menegaskan bahwa pengurus pusat beserta operator penyelenggara kompetisi Liga Indonesia harus memiliki banyak opsi jelang berakhirnya status darurat bencana Covid-19 yang dijadwalkan pda 29 Mei oleh BNPB.

"Menurut saya, PSSI dan operator harus secepatnya mengambil keputusan selambatnya sebelum akhir bulan ini, apakah kompetisi dilanjutkan atau dihentikan, karena keputusan ini sangat dinanti-nanti oleh klub peserta," jelasnya.

Terkait wacana pemberlakuan tatanan kehidupan barul, Delif menjelaskan bahwa pertandingan sepak bola dapat digulirkan. Hanya saja tidak dapat dihadiri para suporternya.

"Dalam masa new normal, kegiatan olahraga khususnya sepak bola dapat tetap dilakukan walaupun dengan pembatasan-pembatasan terutama dalam sisi penonton (tanpa penonton)," ungkapnya.

Delif pun mengajak semua pihak untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut demi memutus rantai Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan dan meresahkan.

"Hal ini harus kita biasakan dalam masa new normal dengan harapan tahun depan semuanya kembali normal. Kegiatan sepak bola harus tetap berjalan dalam kondisi ini. Kompetisi, pembinaan dan persiapan timnas jangan sampai terhenti dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mitigasi covid-19," tandasnya.

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved