Novel Baswedan Diteror

Pilih Siram Air Keras Ketimbang Membunuh, Terdakwa Ingin Novel Baswedan 'Nyaho'

Guru Besar Fakultas Psikologi UI Prof Dr Hamdi Muluk MSi mengungkapkan alasan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette lebih memilih menyiramkan air keras.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ronny Bugis, terdakwa penyerang penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Hamdi Muluk MSi mengungkapkan alasan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette lebih memilih menyiramkan air keras.

Ketimbang, membunuh langsung penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dia mengatakan hal tersebut diketahuinya saat mewawancarai langsung kedua terdakwa di Bareskrim Polri dalam kapasitasnya sebagai ahli.

Ridwan Kamil: Kita Lagi Perang, Semua Harus Turun Bela Negara

Dalam wawancara itu, Rahmat Kadir mengaku hanya ingin memberikan pelajaran kepada Novel Baswedan.

"Kenapa kamu tidak membunuh sekalian?"

"Kata dia, oh bisa saja, saya itu Satuan Brimob."

Mengantuk, Eggi Sudjana Kecelakaan Tunggal di Cibinong

"Saya ingin melihat, 'tuh nyaho sih lu' kalau kata anak sekarang gitu."

"Ingin kasih pelajaran begitu," ungkap Hamdi saat menjadi saksi ahli di PN Jakarta Utara, Kamis (28/5/2020).

Hamdi mengatakan, Rahmat Kadir memang telah lama obsesif dengan sosok Novel Baswedan.

DAFTAR 25 Kabupaten/Kota yang Siapkan New Normal, Bakal Diperluas Jika Efektif

Selama ini, Rahmat Kadir kesal melihat perilaku Novel Baswedan yang dinilai sok suci dan mengkhianati institusi Polri.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved