Breaking News:

Virus Corona

Kematian Corona di AS Capai 100 Ribu, Donald Trump Mau Bawa Perusahaan Obat dari Luar

Dengan korban virus corona mencapai 100.000 penduduk, Amerika harus bergantung pasokan obat dan peralatan medis dari China

Editor: Dian Anditya Mutiara
ANTARA/Gilead Sciences
Teknisi lab menyusun botol berisi obat virus corona (Covid-19) pengembangan remdesivir di Gilead Sciences, La Verne, California, AS (18/3/2020). ANTARA/REUTERS/HO-Gilead Sciences Inc/aa 

WARTAKOTALIVE.COM -- Pandemi virus corona membuat ketergantungan besar Amerika Serikat pada negara-negara lain untuk memasok obat-obatan dan perlengkapan medis.

Untuk itu ada keinginan Donald Trump untuk membawa perusahaan obat yang ada di luar, untuk berada di Amerika

Namun tindakan Presiden Donald Trump untuk membawa pabrik obat dan industri sepenuhnya tidak realistis, kata para ahli..

Alih-alih, penyeimbangan kembali diperlukan, kata para ahli Selasa (26/5/2020) pada briefing diselenggarakan National Press Foundation yang bermarkas di Washington tentang perang perdagangan medis.

"Kami telah mendengar bahwa Covid-19 mungkin adalah akhir dari globalisasi seperti yang kita tahu, bahwa rantai global belum mampu menangani masalah-masalah semacam ini," kata sosiolog dan direktur Global Value Duke University dikutip Wartakotalive.com dari Straitsnews.

Chains Center Gary Gereffi, merujuk pada kekurangan perangkat medis dan alat perlindungan diri (APD)

PRESIDEN AS Donald Trump Marah dan Ancam Twitter setelah Tuding Dirinya Sebarkan Hoax Lewat Medsos

BREAKING NEWS Update Covid-19 Seluruh Dunia, WHO: Tercatat 4.013.728 Kasus, Amerika Terparah

Kedudukan Pahala Salat Tasbih dan Sunah Rawatib, Begini Penjelasan Buya Yahya

"Saya percaya bahwa produksi domestik dalam perangkat medis dan alat pelindung diri ini pasti akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang," katanya.

Ketika coronavirus menyebar di AS, permintaan untuk masker N-95 melonjak dari biasanya 50 juta sebulan.

Sekitar seperlima di antaranya digunakan oleh para profesional medis hingga 300 juta sebulan, hampir semua untuk keperluan dalam merawat pasien Covid-19

Gambar para dokter dan perawat di lokasi penanganan virus corona dipaksa untuk memakai bandana dan kantong sampah tanpa adanya masker, sarung tangan dan APD menjadi viral.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved