Jumat, 10 April 2026

Virus Corona

UPDATE Virus Corona Kota Depok, Pasien Sembuh Bertambah 51 Orang

UPDATE Virus Corona Kota Depok, Pasien Sembuh Bertambah 51 Orang. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Vini Rizki Amelia |

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jelang berakhirnya masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatatkan adanya peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Hingga Rabu (27/5/2020) sore, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh bertambah hingga 51 orang.

Data ini menjadi yang terbanyak semenjak ditemukannya kasus 01 dan 02 di Kota Belimbing ini pada awal Maret lalu.

"Kasus konfirmasi positif 544 orang, 179 orang sembuh, dan 28 orang meninggal," papar Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Keterbukaan Publik, Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus:Penerangan TNI AD Harus Bangkit dan Kreatif

Sedangkan data terbaru mencatat penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 9 orang dan yang meninggal juga mengalami penambahan sebanyak 4 orang.

Lonjakan penambahan kasus juga terjadi pada Orang Tanpa Gejala (OTG) yakni sebanyak 10 orang menjadi 1.670 orang dengan rincian 763 orang dinyatakan telah selesai dipantau, dan 907 orang lainnya masih terus dilakukan pemantauan.

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 3.733 orang atau bertambah sebanyak 6 orang dengan rincian 2.187 dinyatakan selesai dipantau, 1.546 orang lainnya masih dalam pemantauan.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih dalam jumlah yang sama dengan hari sebelumnya yakni 1.426 orang, dengan rincian 776 orang dinyatakan selesai diawasi, dan 650 orang masih dalam pengawasan.

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Regulasi dan Konsep untuk Hadapi New Normal Covid-19

"Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 73 orang, terdapat penambahan dibandingkan hari sebelumnya yaitu sebanyak 2 orang"

"Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR," katanya.

Idris mengatakan, nantinya hasil PCR tersebut hanya dikeluarka oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved