PSBB Jakarta

Fraksi PKS DPRD DKI Ingatkan Anies Jakarta Belum Siap Hadapi New Normal

Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa Jakarta belum siap menghadapi New Normal.

YouTube
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (19/5/2020) petang. Anies diingatkan, DKI belum siap new normal. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa Jakarta belum siap menghadapi New Normal.

Kondisi ini menggambarkan masyarakat kembali beraktivitas normal namun mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Jangan buru-buru, DKI belum lakukan tes Covid-19 secara masal dalam dua minggu terakhir. Ini bahaya, bisa jadi bom waktu,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani berdasarkan keterangan yang diterima pada Rabu (27/5/2020).

Yani mengatakan, masyarakat khususnya warga DKI Jakarta belum memiliki kesadaran yang cukup untuk mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), meski pemerintah telah berulang kali melakukan sosialisasi secara masif.

Namun di sisi lain, sosialisasi terkait normal baru masih sangat minim.

 Anies Sebut Penyebaran Covid-19 di Jakarta Semakin Rendah Setelah DKI Keluarkan Kebijakan Ini

 Mirip Akademi Militer, Akademi Demokrat Sudah Lantik Lulusan Pertamanya, Langsung Dinas di DPR RI

 MANTAN Ketua KPK Abraham Samad Serang Kebijakan Jokowi Naikkan BPJS: Lain Gatal Lain Digaruk

“Pertama, masyarakat belum disiplin dalam mematuhi aturan PSBB padahal sosialisasinya sudah sangat masif, apalagi ini (normal baru) yang masih belum jelas. Pemerintah harus hati-hati dalam membuat kebijakan,” ujar Yani.

Dalam kesempatan itu, Yani memahami DKI berada di dalam kondisi sulit.

Selain persoalan kesehatan warganya, DKI juga harus memikirkan cara agar persoalan ekonomi di wilayah setempat terus tumbuh.

“Kalau masyarakat ditanya, jawabannya pasti mau kerja lagi, cari nafkah lagi buat keluarga. Tapi pemerintah DKI punya hitung-hitungan risiko. Saya hanya mengingatkan, dampaknya akan luar biasa jika wabah di DKI jadi tidak terkendali,” kata Yani.

 Berikut Ini Petunjuk Jika Sedang Pulang Kampung dan Ingin Balik ke Jakarta, Begini Caranya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pihaknya terus melakukan pengetatan kepada warga luar yang ingin masuk Jakarta, maupun warga Jakarta yang ingin keluar Ibu Kota.

Caranya dengan wajib mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta.

Anies mengatakan, cara ini dilakukan untuk menekan potensi penularan virus Covid-19, dan memastikan bahwa mereka keluar-masuk Jakarta karena tuntutan pekerjaan.

Adapun mereka yang mengantongi SIKM hanya bekerja di 11 sektor usaha yang diizinkan DKI Jakarta.

 Tagar #IndonesiaTerserah Viral, Dokter: Itu Sikap Ngenes Kami Lihat Warga yang Mulai Abai

Bagi pengendara yang tidak memiliki SIKM, kata Anies, mereka akan diminta putar balik kendaraannya menuju daerah asal.

Kata dia, bagi mereka yang dikembalikan mungkin tidak nyaman, tapi lebih tidak nyaman lagi bagi jutaan warga Jakarta bila mereka dibiarkan atau kita membiarkan orang keluar-masuk Jakarta.

“InsyaAllah ini bisa tuntas, dan saya minta masyarakat untuk menerima ini sebagai bagian dari ikhtiar kita mengembalikan Jakarta bisa memasuki fase new normal,” kata Anies usai meninjau pengecekan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 47, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Selasa (26/5/2020) malam. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved