Hari Raya Idul Fitri

Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Haruskah Berurutan atau Bisa Dijeda? Berikut Penjelasannya

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dapat ditunaikan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Haruskan dilakukan berurutan?

HO/Wartakotalive.com/freepik.com
Puasa 6 hari di Bulan Syawal 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Setelah menjalankan puasa wajib selama 30 hari di bulan Ramadan umat Islam dapat melanjutkan dengan puasa Syawal.

Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dapat ditunaikan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri.

Ajakan puasa Syawal diserukan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dalam akun instagramnya. 

"Sahabat yang baik, ayoo jangan lewatkan kesempatan yang baik ini, keutamaannya luar biasa istimewa InsyaAlloh
.
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)," begitu tulisnya.

Mana yang Harus Didahulukan, Puasa Syawal atau Bayar Utang Puasa Ramadan?

Perintah melakukan puasa Syawal disebutkan dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari r.a., Nabi Saw.,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Pelaksanaanya

Berkenaan dengan enam hari Syawal setelah Ramadhan, apakah harus dilakukan secara berturut-turut tanpa jeda?

Misal, seseorang ingin berpuasa dalam tiga sesi, pada dua hari akhir pekan.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved