Virus Corona

Profesor Ekonomi IPB Hermanto J Siregar Bantah Jokowi Soal New Normal, Berikut Ini Penjelasannya

Profesor IPB menegaskan, Indonesia Belum mencapai New Normal, Sebab Kurva Kasus Covid-19 Terus Meninggi.

twitter @hermantoregar
Profesor Ekonomi Universitas IPB Hermanto J Siregar 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - New Normal yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dibantah oleh Profesor Ekonomi Universitas IPB Hermanto J Siregar.

Menurutnya, Indonesia kini belum dapat dikatakan new normal, sebab kurva tren kasus positif virus corona atau covid-19 masih terus meninggi.

Hal tersebut diungkapkan Hermanto J Siregar lewat status twitternya @hermantoregar; pada Selasa (26/5/2020).

Dalam postingannya, Hermanto J Siregar menggambarkan secara sederhana definisi new normal dalam pandemi.

Jokowi Tinjau Summarecon Mall Bekasi, Fadli Zon Tetapkan Jokowi Jadi Duta Mall Indonesia

Dirinya menggambarkan sebuah kurva yang sebelumnya menggambarkan kondisi Indonesia normal tanpa virus corona.

Selanjutnya, garis horizontal yang dinamakan garis normal itu berubah menjadi diagonal seiring dengan temuan adanya kasus virus corona di Indonesia.

Garis tersebut diungkapkannya menggambarkan pertambahan jumlah kasus virus corona di Indonesia.

"Kita jelasin pengertian new normal ya, dengan bantuan grafik di mana sumbu datar ini adalah waktu, sumbu tegak ini adalah kasus positif," papar Hermanto J Siregar.

"Sebelum adanya covid, yaitu waktu sama dengan nol, kita berada di situasi normal, karena tidak ada yang positif kena covid. Jadi gambarnya adalah garis horizontal seperti ini," tambahnya.

"Kemudian, masuk corona ke Indonesia, ada yang positif, ini mulai naik nih," ungkapnya menggambarkan garis diagonal sejajar dengan kasus positif covid-19.

Fadli Zon Berikan Gelar Baru kepada Presiden Jokowi sebagai Duta Mall Indonesia

Halaman
12
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved